Categories
Uncategorized

PELATIHAN PENGENALAN DUNIA KERJA

A. Materi: Potensi dan berbagai peluang kerja Mahasiswa dan Alumni Oleh Prof.Dr. H. M. Natsir SH., M.Hum.

Potensi dan berbagai peluang kerja Mahasiswa dan Alumni

PengertianProspek

Pengertian prospek adalah kemungkinan dan harapan. Secara sederhana, definisi ini berarti jika prospek adalah hal-hal yang mungkin terjadi dalam suatu hal sehingga berpotensi menimbulkan dampak tertentu. Dalam bisnis, misalnya, prospek bisa diartikan sebagai hal-hal yang berpotensi memberikan untung besar sehingga roda bisnis dapat terus berputar.

Sementara itu, beberapa ahli juga memiliki pengertian prospek masing-masing. Menurut Paul R. Krugman, prospek adalah peluang yang terjadi karena adanya usaha seseorang dalam memenuhi kebutuhan hidupnya juga untuk mendapatkan profit atau keuntungan. Menurut Siswanto Sutejo, prospek adalah suatu gambaran keseluruhan, baik ancaman ataupun peluang dari kegiatan pemasaran yang akan datang yang berhubungan dengan ketidakpastian dari aktivitas pemasaran atau penjualan.

PROSPEK USAHA PALING MENJANJIKAN

Berikut ini adalah beberapa prospek bisnis kecil dan menengah yang bisa menjadi inspirasi bagi Anda yang hendak mulai membangun bisnis.

  1. Prospek bisnis di bidang kuliner

Bisnis kuliner adalah bisnis yang tidak akan pernah mati. Makan adalah kebutuhan pokok manusia, sehingga makanan merupakan prospek yang bagus untuk bisnis. Untuk bisa bertahan dalam bisnis kuliner, seorang pembisnis harus bisa menganalisa prospek yang meliputi peluang dan hambatan terlebih dahulu. Dalam bisnis kuliner warung makan misalnya, seorang pembisnis harus mampu menganalisa siapa kah orang yang menjadi targetnya, baik dari segi umur, sosial, maupun kemampuan ekonominya. Seorang pembisnis juga harus tahu apa saja yang akan menjadi hambatan dalam bisnisnya, misalnya siapa saja yang berpotensi menjadi pesaing bisnis.

  1. Prospek bisnis di bidang kreatif

Industri kreatif merupakan bidang bisnis yang sangat luas. Berbagai hal bisa dikategorikan ke dalam bisnis kreatif asal melibatkan kekreatifan di dalamnya. Seiring dengan perkembangan dunia media sosial, bisnis di bidang kreatif juga semakin berkembang. Setiap orang saat ini bisa menjual hasil karyanya hanya melalui media sosial. Prospek bisnis di bidang kreatif yang sedemikian besarnya bukan berarti tidak memiliki hambatan. Banyaknya pesaing bisnis membuat pembisnis di bidang kreatif harus terus melakukan inovasi pada produk maupun servisnya.

  1. Prospek bisnis di bidang fashion

Sama seperti makanan, pakaian juga merupakan barang kebutuhan primer manusia. Seiring perkembangan zaman, pakaian kini tidak lagi hanya dipandang sebagai kain yang menutupi tubuh. Lebih dari itu, pakaian kini juga berkembang sebagai media menunjukkan jati diri. Fashion saat ini semakin diminati dengan tidak pandang bulu, baik laki-laki maupun perempuan dari berbagai umur saat ini sudah mulai peduli dengan fashion yang mereka gunakan. Sedemikian besarnya kebutuhan dan permintaan akan fashion membuat bisnis di bidang ini memiliki prospek yang bagus.

  1. Prospek bisnis di bidang otomotif

Prospek bisnis kecil dan menengah selanjutnya adalah prospek bisnis di bidang otomotif. Untuk Anda yang menyukai dunia otomotif, bisnis ini cocok untuk dipertimbangkan. Bisnis di bidang otomotif tidak melulu berkaitan dengan bengkel besar dengan berbagai fasilitas yang mahal, namun juga melingkupi bisnis bengkel dalam skala kecil. Bahkan jika membuka bengkel kecil masih terdengar terlalu berat, Anda dapat pula membuka bisnis pencucian motor dan mobil atau membuka jasa tambal ban.

  1. Prospek bisnis di bidang agrobisnis

Untuk Anda yang menyukai tanaman, bisnis di bidang agrobisnis bisa menjadi pilihan. Prospek bisnis agrobisnis sangatlah besar. Modal yang perlu dikeluarkan pun cenderung tidak terlalu besar, terlebih jika Anda memiliki kemampuan dalam mengembang biakkan tanaman sendiri.

Pembukaan dan pemberian materi yang di sampaikan langsung oleh Prof. Dr. Muhammad Natsir, SH., M.Hum.

B. MATERI : Praktek Menyusun Bisnis Plan yang Efektif Oleh Dr.Azis Bagies, MSIE

PraktekMenyusunBisnis Plan yang Efektif

        Business plan atau rencana bisnis memang sebuah hal yang sangat penting bagi pebisnis dalam menjalankan roda usaha. Dengan adanya business plan, pebisnis akan memiliki semacam panduan dan petunjuk jalan yang akan memudahkan dan memberi arahan yang lebih fokus dalam menjalankan usaha.

  • Mengenal Bisnis Anda

Anda seharusnya mengenal dengan baik bisnis Anda, elajari dan pahami secara menyeluruh dan mendalam tentang bentuk, potensi dan segala tantangan yang ada pada bisnis Anda

  • Tentukan Visi Dalam Business Plan

Tentukan Visi bisnis anda yang merupakan pandangan jauh tentang tujuan dan sasaran perusahaan memang harus dimiliki seluruh pebisnis skala besar hingga skala kecil yang berguna dalam merancang alur dari rencana bisnis Anda.

  • Tentukan Audiens Anda

Anda harus menentukan target audiens, dengan target audiens yang tepat, maka Anda bisa menyesuaikan konten business plan Anda dengan baik dan benar. Misalkan business plan untuk investor, maka Anda harus menyusun rencana bisnis tersebut dengan lebih serius, mendalam dan profesional.

  • Saatnya Menuliskan Rencana Bisnis Anda

Terakhir, saat tiga tahapan diatas sudah Anda lakukan dengan baik, maka saatnya Anda tuliskan business plan Anda dengan urutan berikut :

  • Pernyataan Misi
  • Ringkasan Efektif.
  • Penawaran Produk atau Jasa.
  • Target Pasar.
  • Marketing Plan.
  • Analisis Industri dan Tingkat Persaingan.
  • Laporan Keuangan. 
  • Resume of Company Principal.
  • Penawaran Anda.

Pemberian Materi “ Praktek Menyusun Bisnis Plan yang efektif” yang di sampaikan oleh Dr. Azis Bagies, MSIE.

C. Materi :Mahir Menggunakan IT untuk kepentingan dunia kerja Oleh I WayanSudiarta, Ph.D.

Mahir Menggunakan IT untuk Kepentingan Dunia Kerja

Di zaman modern ini Teknologi Informasi sudah tidak bias lagi dalam kalangan masyarakat, banyak kemajuan yang telah dicapai manusia dalam bidang Teknologi Informasi dan memudahkan manusia dalam mengerjakan pekerjaan tugas yang harus dikerjakan. Teknologi Informasi yang perkembangannya sangat cepat  tidak langsung mengharuskan manusia untuk menggunakannya dalam segala aktivitas termasuk dalam dunia kerja, perusahaan dan bisnis.Disini ada 3 keuntungan yang didapatkan dari Teknologi Informasi diantaranya :

  • Teknologi Informasi mempermudah transaksi-transaksi bisnis atau perusahaan.
  • Informasi yang dibutuhkan semakin cepat dan mudah diakses untuk kepentingan pekerjaan.

Teknologi Informasi adalah teknologi yang mampu membantu manusia untuk melakukan pekerjaan. bahkan banyak informasi lowongan pekerjaan yang membukakan pintu selebar-lebarnya untuk seorang programmer, atau bidang-bidang yang berhubungan dengan teknologi komunikasi dan networking. Kebutuhan efesiensi waktu danbiaya menyebabkan setiap pelaku usaha merasa perlu menerapkan Teknologi Informasi dalam lingkungan kerja, berbeda dalam dunia bisnis yang memanfaatkan Teknologi Informasi untuk perdagangan secara eletronik (E-Commerce).

Selain memilki potensi dalam mempenyaringan data dan mengelolah menjadi informasi, Teknologi Informasi mampu menyimpan data dengan kapisitas jauh lebih banyak daric ara manual, dan saat ini merupakan saat yang tepat untuk mengembangkan sistem informasi yang dapat mendukung pengambilan keputusan, sehingga informasi yang dihasilkan harus selalu akurat dan mutakhir dalam setiap kondisi. Untuk itu pengembangan dan pemanfaatan Teknologi Informasi sangat diperlukan dalam dunia kerja.

  • Alasan perusahaan menerapkan Teknologi Informasi diantaranya:
  • Teknologi informasi memiliki kemampuan untuk mengintegrasikan berbagai bagian yang berbeda dalam organisasi dan menyediakan banyak informasi ke manager, dengan kata lain pihak manajemen atas pemilik akses informasi yang lebih besar dengan mengurangi ketergantungan sumber informasi terhadap manajemen menengah.
  • Teknologi informasi memberikan lebih banyak informasi ke manager melalui sistem pengambilan keputusan.
  • Memungkinkanterciptanya SDM yang efektif, dankontroladministrasi  yangrelatifakurat. Sumberdayamanusia di perusahaan dapat bekerja lebih optimal dan menghasilkan kinerja tinggi bagi perusahaan tersebut dan mendapatkan keuntungan.
  • Dengan situasi seperti sekarang ini sangat di sayangkan jika orang atau remaja Indonesia belum atau tidak tertarik bahkan menutup mata dengan dunia Teknologi Informasi yang sangat dibutuhkan di dunia kerja. Dan marilah kita dengan menggerakan hati untuk meminati dengan menggunakan Teknologi Informasi akan memudahkan dalam mengerjakan tugas.
  • Dengan situasi seperti sekarang ini sangat disayangkan jika orang atau remaja Indonesia belum atau tidak tertarik bahkan menutup mata dengan dunia Teknologi Informasi yang sangat dibutuhkan di dunia kerja. Dan marilah kita dengan menggerakan hati untuk meminati dengan menggunakan Teknologi Informasi akan memudahkan dalam mengerjakan tugas.  .

 

Pemberian Materi “Mahir Menggunakan IT untuk kepentingan dunia kerja” yang disampaikanoleh I WayanSudiartaPh.D

D. Materi : Tips Menjadi Wirausahawan di era 4.0 Oleh Nasrin H. Muhtar

TIPS MENJADI WIRAUSAHAWAN di ERA 4.0

 DUNIA bisnis dan wirausaha khususnya industri dan manufaktur di banyak negara sudah mempersiapkan dan menerapkan era revolusi industri 4.0. (industry 4.0).

Revolusi industri 4.0 mengintegrasikan antara dunia online serta internet dengan lini produksi pada suatu industri.

Sejak tahun 2011 dunia internasional dianggap telah memasuki Industri 4.0, yang ditandai dengan meningkatnya interaksi, konektivitas, dan batas antara manusia, mesin, serta sumber daya lainnya yang semakin konvergensi via komunikasi dan teknologi informasi.

Istilah Industri 4.0 pertama kali diperkenalkan kepada publik pada tahun 2011 sebagai “Industrie 4.0” oleh sekelompok perwakilan dari berbagai bidang (seperti bisnis, politik, dan akademisi) di bawah inisiatif guna meningkatkan kekuatan daya saing Jerman di industri manufaktur.

Definisi singkat dari Industri 4.0 adalah transformasi intensif informasi dari manufaktur dalam lingkungan yang terhubung dari data, orang, proses, layanan, sistem dan aset produksi, pengungkit dan pemanfaatan informasi yang dapat ditindaklanjuti sebagai cara dan sarana untuk mewujudkan pabrik dan ekosistem manufaktur baru.

Industry 4.0 juga disebut ‘industri pintar’ (smart industry), ‘industri cerdas’ (intelligent industry), ‘pabrik pintar’ (smart factory), atau ‘manufaktur cerdas’ (smart manufacturing). Dalam banyak hal itu terkait dengan Industri Internet dan platform Konsorsium Industri Internet serta Industri 4.0 .

Ada 4 hal menarik yang perlu diketahui dan dioptimalkan oleh para wirausahawan berhubungan dengan industri 4.0, yaitu :

  • Mesin lama + konektivitas cepat = manfaat baru

Mesin skala industri adalah investasi besar bagi wirausahawan dan produsen. Maka jaman now memaksimalkan mesin dengan menghubungkan ke internet adalah langkah maju. Namun dalam kenyataannya, banyak mesin yang dipakai dalam operasional wirausaha atau manufaktur masih belumter hubung dengan internet.

  • Standar terbuka = ekonomi terbuka

Diperlukan inisiatif dan adaptasi dengan standar industri baru yang terbuka dan dikembangkan sendiri untuk pertukaran data dalam industri yang terhubung. Ini akan memungkinkan interaksi antara berbagai mitra dalam internet of things (IoT) dandalam Industry 4.0.

  • Otomatisasi = peluang kerja baru

Ada kemungkinan terjadi redistribusi tenaga kerja yaitu membuka jalan bagi peluang kerja baru. Industri 4.0 membuka pintu untuk tenaga kerja baru terampil di bidang-bidang seperti teknik mekatronika, mekanik industri, dan teknik elektro untuk teknologi otomasi.

  • Teknologi terhubung = kemudahan dan efisiensi bagi konsumen.

Inovasi dalam Industri 4.0 berarti kualitas layanan dan produk yang lebih baik, penggunaan bahan yang lebih efisien dan standar keamanan yang lebih baik. Inovasi ini bukan barang fiksi ilmiah; mereka adalah realitas manufaktur modern saat ini, terlepas dari skala dan ukurannya.

Wirausahawan sepantasnya memanfaatkan era industri 4.0 sebaik mungkin. Jangan sampai pelaku bisnis dan wirausaha di nusantara terlambat mengantisipasi dan beradaptasi dengan gelombang revolusi industri 4.0. Perubahan ini dapat menjadi tantangan sekaligus peluang baru bagi pelaku wirausaha.

Pemberian Materi “Tips Menjadi Wirausahawan di era 4.0” yang di sampaikan oleh Nasrin H. Muhtar

 

Pemberian Produk KIDOM kepada mahasiswa yang aktif dalam sesi tanya jawab

KESIMPULAN DAN SARAN

3.1 Kesimpulan

  1. Tantangan dunia kerja ke depan di era 4.0 semakin berat, sehingga mahasiswa dan alumni perlu terus meningkatkan skill kewirausahaan dalam memenangkan persaingan.
  2. Tantangan dunia kerja tentu dibarengi dengan peluang-peluang yang bisa dimanfaatkan. Sehingga mahasiswa dan alumni diharapkan mengisi berbagai peluang tersebut dengan meningkatkan kemauan yang kuat untuk maju dan mandiri, menguasai teknologi informatika dan Bahasa dunia.
  3. Menjadi pengusaha diperlukan ketangguhan mental karena biasanya seorang pengusaha dihadapkan dengan pasang surut bisnis.
  4. Diperlukan keahlian Mahasiswa dan alumni dalam merencanakan bisnis atau lahan pekerjaan dengan menyusun Bisnis plan yang baik dan efektif.
  5. Peluang-peluang kerja yang dihasilkan 4.0 seperti model market place, atau platform dibutuhkan pengetahuan dan implementasi dalam meningkatkan kapasitas bisnis 4.0 mahasiswa dan alumni.

 3.2 Saran-saran

  1. Lembaga perlu terus memberi pengetahuan dan pelatihan terhadap mahasiswa dan alumni terkait bisnis dan perkembangan dunia kerja. Dinamika bisnis dan dunia kerja terus berubah setiap waktu.
  2. Lembaga perlu memfasilitasi mahasiswa untuk menyusun bisnis plan dalam bentuk lomba atau kompetisi dalam universitas.
  3. Mahasiswa perlu difasilitasi untuk mempraktekkan pengembangan bisnis dengan penggunaan teknologi informasi terkini.
  4. Lembaga perlu perluas bekerja sama dengan Lembaga-lembaga bisnis sebagai tempat mahasiswa dan alumni melatih praktek bisnis serta memahami perkembangannya.

 

 

Categories
Uncategorized

PELATIHAN PENGEMBANGAN DIRI DAN KARIR UPT BIMBINGAN KONSELING DAN PEMBINAAN KARIR UNIVERSITAS MATARAM

1.1 Latar Belakang.

         Visi Unram adalah “Menjadi Lembaga Pendidikan Tinggi Berbasis Riset Berdaya Saing Internasional tahun 2025”,  untuk mencapai misi tersebut salah satu misinya adalah membangun jaringan kerjasama yang luas dengan berbagai pihak instansi pemerintah dan swasta, di dalam dan luar negeri, dalam rangka untuk mendukung pelaksanaan tri dharma perguruan tinggi yang berstandar mutu nasional dan internasional.

         Untuk mencapai visi dan misi tersebut, telah banyak dilakukan oleh Universitas Mataram, baik internal maupun eksternal, sisi internal adalah mengembangkan SDM, sarana prasarana maupun kurikulum serta kelembagaan. Dengan pihak eksternal menjalin kerjasama.. dengan pihak dalam negeri maupun pihak luar negeri, pihak dunia usaha dan industry  maupun dengan pihak pemerintah, disamping juga kerjasama dengan para alumni.

         Dalam rangka mengimplementasikan visi dan misi diatas telah terbentuk Unit Pelaksana  Teknis Bimbingan Konseling dan Pembinaan Karir (UPT BKPK), melalui lembaga Bimbingan Konseling dan Pembinaan Karir diharapkan dapat memfasilitasi upaya peningkatan kebekerjaan (employability) lulusan, hal ini  juga sebagai  bentuk tanggung jawab Unram kepada masyarakat dalam hal relevansi outcome pendidikan tinggi. Lulusan yang berhasil dan secara profesional sukses  dalam karir yang pada saatnya akan menjadi salah satu aset utama Universitas Mataram yang  bermuara kepada kebermaknaan dalam berkontribusi kepada  masyarakat luas.

         Untuk memperkuat kedudukan lembaga dan Sesuai dengan Organisasi dan Tata Kerja (OTK) Universitas Mataram maka dikeluarkan Surat Keputusan Rektor nomor  5321/UN18/HK/2018 tanggal  18 Agustus 2018 tentang struktur Organisasi menjadi UPT  Bimbingan Koseling dan Pembinaan Karir, dan Surat Keputusan Rektor nomor  8060/UN18/HK/2018 tanggal  5 Desember 2018 tentang susunan pengurus tahun 2019.Sebagai lembaga baru UPT Bimbingan Konseling dan Pembinaan Karir harus dapat menunjukkan eksistensinya dengan membuat rencana program dan melaksanakan program yang sesuai dengan keberadaannya dan tuntutan para pengguna, yaitu adanya suatu layanan  konsultasi, bimbingan dan layanan pelatihan yang prima, serta harus memahami keberadaan para alumninya melalui penelusuran alumni (tracer study). Salah satu program yang harus segera diimplementasikan dalam bulan ini ialah berupa Pelatihan Pengembangan kepribadian dan Karir Mahasiswa Universitas Mataram.

1.2 Tujuan Pelatihan Pengembangan Diri Dan Karir

        Tujuan pengembangan diri ini, ialah agar mahasiswa Univeristas Mataram, terutama mahasiswa aktivis agar bisa berkembang kepribadiannya terutama, menghadapi dunia kerja setelah mereka menamatkan studinya kelak.

1.3 Manfaat Pelatihan Pengembangan Diri Dan Karir.

        Setelah kegiatan pelatihan pengembangan diri dan karir terlaksana, diharapkan mahasiswa yang dilatih memperoleh manfaat sebagai berikut:

  1. Manfaat langsung.

         Para mahasiswa aktivis memiliki bekal pengetahuan, sikap  dan ketrampilan bahkan kepribadian yang mantap terutama menyongsong era 4.0 dalam penyiapan diri dan karir yang akan ditekuninya.

  1. Manfaat bagi Lembaga UPT BKPK

         Diharapkan kegiatan ini, menjadi bagian dari Universitas Mataram dalam pelaksanaan misinya, yaitu untuk “mengantarkan” mahasiswa yang memiliki kepribadain yang unggul dan mengurangi “mismatch” para lulusan.

2.1 TEMPAT DAN WAKTU KEGIATAN

       Kegiatan ini direnacanakan pada Hari/tanggal : Sabtu, 30 November 2019. Bertempat di Ruang sidang UPT Konseling (Perpustakaan Unram Lt.1) Jl. Majapahit 62 Mataram.

2.2 PESERTA PELATIHAN

       Peserta Pelatihan pengembangan diri dan Karir ini adalah mahasiswa Unram yang berjumlah 40 orang dengan rincian sebagai berikut :

Tabel 1.

Peserta dan Asal Fakultas Yang Mengikuti Kegiatan Pelatihan Pengembangan Diri dan Karir UPT. BKPK Tahun 2019

No.

Fakultas / Prodi

Jumlah Peserta (orang)

1.

Teknologi Pangan

2

2.

Ekonomi dan Bisnis

2

3.

Hukum

2

4.

Teknik

2

5.

Pertanian

2

6.

Peternakan

2

7.

MIPA

2

8.

KIP

2

9.

Kedokteran

2

10.

PS. Sosiologi

2

11.

PS. Hubungan Internasional

2

12.

PS. Ilmu Komunikasi

2

13.

BEM Universitas Mataram

2

14.

DPM Universitas Mataram

2

15.

UKM PIK-M Cerah

4

16.

UKM PRAMUKA

2

17.

UKM LDK Baabul Hikmah Unram

2

18.

UKM OIKUMENE

2

19.

UKM KMHD

2

JUMLAH

40

2.4 MATERI, NARASUMBER.

         Materi dan Narasumber Pelatihan Pengembangan diri dan Karir dapat disajikan dalam bentuk Tabel pelatihan, sebagaimana tertulis berikut:

HARI/TANGGAL /JAM

MATERI DIKLAT

FASILITATOR

MODERATOR

SABTU, 30 NOVEMBER 2019

07.30  –  08.00

Registrasi Peserta

 

 

08.00 – 09.00

Sambutan-sambutan:

1.    Ketua Panitia Pelaksana

2.    Rektor Universitas Mataram (Sekaligus membuka kegiatan pelatihan)

 

 

09.00 – 10.15

Sososk Utuh Kepribadian Mahasiswa Yang Ideal

Prof. Dr. H. M. Natsir, SH., M.Hum.

Dr. H. A. Hari Witono, M.Pd.

10.15 -11.30

Tabel Manner

Drs. Putu Gde,. M.Par

Dr. Siti Aisyah, SE., MSi.

11.30 – 13.30

ISHOMA

13.30 – 15.00

Teknik Memilih dan eksplorasi jenis pekerjaan di Dunia Maya via Media social ; Internet

Cahyo Mustiko Okta, M.St.,  M.Sc., Ph.D

Dr. Firmansyah, SE., MSi.

15.00-15.45

SHOLAT ASHAR

15.45 – 17.15

Pengenalan diri pada Tes Bahasa Inggris, TOEIC ( Test of English International Communication).

Dr. H.Amin, T.Sol.

Drs. Alamsyah Ab. MP

17.15 -15.30

Penutupan

Kepala UPT BKPK

Ketua Panitia

 2.4 Materi Pelatihan

       Materi pelatihan yang di berikan yaitu :

  1. Sosok Utuh Kepribadian Mahasiswa Yang Ideal
  2. Tabel Manner
  3. Teknik Memilih dan eksplorasi jenis pekerjaan di Dunia Maya via Media social ; Internet
  4. Pengenalan diri pada Tes Bahasa Inggris, TOEIC ( Test of English International Communication).

2.5 Metode Penyampaian Materi

          Pelatihan ini menggunakan metode penyampaian materi dalam bentuk ceramah, diskusi, dan demonstrasi

2.6 Panitia dan Narasumber

           Panitia pelaksana  pelatihan Pengembangan Diri dan Karir  sesusai dengan SK Rektor Unram Nomor : 8820/UN18/HK/2019 sebagaimana dalam lampiran 3, sedangkan narasumber pelatihan ini adalah pengurus/ pengelola UPT Bimbingan Konseling dan Pembinaan karir Universitas Mataram, Sebagai Berikut :

  1. Dr. H. M. Natsir, SH., M.Hum.
  2. Putu Gde., M.Par
  3. Cahyo Mustiko Okta, M.St., M.Sc., Ph.D
  4. H. Amin, T.Sol

A. Sosok Utuh Kepribadian Mahasiswa Yang Ideal ( Dr. H. M. Natsir, SH., M.Hum.)

Kata “mahasiswa” berasal dari dua kata yaitu “maha” dan “siswa”. Siapapun yang menjadi mahasiswa berarti mereka sudah berada pada tingkatan yang lebih tinggi daripada siswa. Mahasiswa ideal adalah mahasiswa yang mampu memahami, mengerti dan mampu menjalani perannya sebagai seorang mahasiswa serta menjadi tauladan bagi mahasiswa lainnya. Ciri-ciri dari mahasiswa ideal:

  1. Didasari dengan ibadah
  2. Pandai mengatur waktu
  3. Rajin dan Disiplin
  4. Berwawasan luas
  5. Istiqomah (konsisten)
  6. Organisatoris

 

Pembukaan Pemberian materi yang di sampaikan langsung oleh Prof. Dr. Muhammad Natsir, SH., M.Hum.

 

B. TABLE MANNER (Drs. Putu Gde, M.Par.)

  1. Pengertian Table Manner

Table Manner adalah  upaya membenarkan etika seseorang ketika bersantap di meja makan. Hal ini dilakukan agar acara perjamuan tertata dengan baik dan kesan kesopanan akan jauh lebih terlihat.

  1. Aturan Dasar Table Manner

Aturan yang Harus Dilakukan; Duduk dengan posisi badan tegap dan rapi. Letakkan serbet di atas paha. Tunggu hingga semua orang duduk sebelum mulai makan. Perhatikan atau tanya orang lain jika tak tahu cara makan sesuatu. Minta tolong orang lain untuk mengambilkan makanan daripada merepotkan sendiri. Kunyahlah makanan dengan mulut tertutup. Bicaralah ketika mulut kosong.

Aturan yang Jangan Dilakukan; Jangan bicarakan hal-hal yang kotor atau topik tak menyenangkan. Jangan minta tambah sebelum semua orang mendapatkan bagiannya. Jangan mengambil makanan berlebihan. Jangan gunakan garpu dan piring secara berlebihan. Jangan langsung telan makanan. Jangan mengunyah dengan mulut terbuka. Jangan berbicara dengan mulut penuh makanan.

  3.  Peralatan Table Manner
a.         Chinaware
b.         Silverware
c.          Glasssware
  1. Menata Meja (Table Set-Up)
  2. Basic Table setting
    Keterangan :
  3. B&B Plate 2. B&B Knife 3. Dinner Fork
  4. Show plate, napkin 5. Dinner Knife       6. Water Goblet
  5. Standart Table setting

Keterangan :

  1. B&B Plate 2. B&B Knife 3. Dinner Fork           4. Show plate, napkin
  2. Dinner Knife 6. Soup Spoon 7. Water Goble
  3. Elaborate Table setting

Keterangan :

  1. B&B Plate 2. B&B Knife 3. Dessert Fork   4. Dinner Fork    5. Show plate, napkin     6. Dinner Knife    7. Soup Spoon   8. Dessert Knife   9. Dessert Spoon             10. Dessert Fork         11. Water Goblet     12. Red wine glass   13. White wine glass

 

Pemberian Materi “ Tabel Manner” yang di sampaikan oleh Drs. Putu Gde,. M.Par

 

C. PENGENALAN DIRI PADA TES BAHASA INGGRIS, TOEIC (Test Of English International Communication) By : H. Amin, M.Tesol.

  1. WHAT IS TOEIC
  • An internationally recognized test of English for those whose first language is not English
  • While TOEFL and IELTS are used mostly for academic purposes, TOEIC is designed more for international communication among in work place.
  • More than 4000 companies use TOEIC as evidence of language proficiency
  1. What is in the TOEIC test
  • All questions are sample of oral and written language used in the work place.
  • All questions are in multiple choice (MC) type
  1. Contexts and situations depicted in the TOEIC
  • general business: contracts, negotiation, marketing, sales, etc.
  • Manufacturing: manufactoring management, assembly lines, quality control, etc.
  • Finance and budgeting: banking, investment, taxation, accounting, etc.
  1. Contexts and situations depicted in the TOEIC (cont.)
  • Corporate development: research and product development.
  • Offices: board meeting, correspondence, telephoning, faxing, emails, etc..
  • Personnel: recruitment, retirement, salary, promotion, etc.
  1. Format of NEW TOEIC test: Listening (45 Min.)

Part

Description

Part I

Photograph: 10 questions

Part II

Question-response: 30 questions

Part III

Conversation: 30 questions

10 conversations with 3 questions each

Part IV

Short Talks: 30 questions

10 talks with 3 questions each

Total

100ems

  1. Format of NEW TOEIC test: Reading (75 Min.)

Part

Description

Part I

Incomplete Sentences: 40 questions

Part II

Text Completion: 12 questions

Part III

Single Passages: 28 questions;

7-10 reaing texts with 2-5 questions each

Part IV

Double Passages: 2 questions

4 pairs of reading texts with 5 questions per pair

Total

100 items

  1. What is a good TOEIC score
    • For international position: 800-850
    • For a diploma degree 750
    • To get 400 for each test (75 correct for Listening and 86 correct for Reading)

 

Pemberian Materi “Pengenalan diri pada Tes Bahasa Inggris, TOEIC ( Test of English International Communication” di sampaikan Oleh Dr. H.Amin, T.Sol.

 

D. TEKNIK MEMILIH DAN EKSPLORASI JENIS PEKERJAAN DI DUNIA MAYA VIA MEDIA SOSIAL; INTERNET (Cahyo Mustiko Okta, M.St., M.Sc., Ph.D.)

A. Tips Mencari Pekerjaan Dengan Memanfaatkan Internet

  1. Kenali Minat dan Bakatmu

         Memahami potensi diri kita adalah salah satu kunci untuk menemukan pekerjaan yang cocok.

  1. Kenali Hobimu

         Menjalankan suatu pekerjaan dari hobi adalah selain mendapatkan uang yaitu, kita bahagia saat mengerjakan pekerjaan yang kita lakukan, dilakukan sepenuh hati sehingga tidak ada rasa jenuh dan hasil yang diperoleh maksimal.

  1. Mencari Peluang melalui jaringan atau relasi
  • Tetap menjaga komunikasi dengan orang disekitar, karena lowongan pekerjaan

seringkali tersebar dari satu orang ke orang lainnya

  • Perkuat hubungan dengan kolega lama, alumni kampus, teman, tetangga, keluarga besar dan biarkan mereka tahu apa yang kamu cari.
  • Manfaatkan internet untuk berkomunikasi melalui chatting
  1. Optimalkan Penggunaan LinkedIn

          Linkedln sebagai media sosial untuk urusan profesional pekerjaan adalah salah satu cara yang bisa diandalkan untuk menemukan pekerjaan baru. Fungsi pencarian di LinkedIn memudahkan mencari pekerjaan, orang, dan perusahaan.

5. Manfaatkan Media Sosial

  • Media Sosial bisa menjadi saluran ribuan informasi. Gunakan untuk followakun-akun yang sering mengunggah lowongan pekerjaan
  • Followakun social media perusahaan impian untuk terus update saat perusahaan membuka lowongan pekerjaan.

6. Cari Peluang di Situs Portal Pekerjaan

         Ada banyak portal pencarian lowongan kerja yang bisa ditemukan di internet. Biasanya tiap portal mengharuskan penggunanya untuk sign up dan membuat profil terlihat dahulu. Buat akun dan isi profil secara lengkap pada website pencarian kerja.

7 . Gunakan CV yang tepat

         CV (Curriculum Vitae) adalah hal yang sangat penting untuk  menunjukkan siapa dirimu saat melamar kerja. CV harus menarik, singkat dan langsung ke inti, serta jangan lupa cantumkan social media yang kita punya.

8. Cari informasi sebanyak mungkin tentang perusahaan dan posisi yang dilamar

  • Lingkungan / kantor / perusahaan
  • Stabilitas Perusahaan
  • Besar Gaji dari perusahaan
  • Jenjang karir di Perusahaan

B. Cara Membedakan Lowongan Kerja Asli dan Palsu di Internet

  1. Posting Iklan Bukan di Web Resmi Perusahaan
  2. Perhatikan Informasi Perusahaan
  3. Mencantumkan Alamat Fiktif
  4. Menggunakan Provider yang Umum Digunakan
  5. Perhatikan Alamat Email Perusahaan
  6. Waspadai SMS Panggilan Interview
  7. Deskripsi Pekerjaan Tidak Jelas
  8. Meminta Sejumlah Uang

 

Pemberian Materi “Teknik Memilih dan eksplorasi jenis pekerjaan di Dunia Maya via Media social ; Internet” di sampaikan oleh Cahyo Mustiko Okta, M.St.,  M.Sc., Ph.D

 

KESIMPULAN DAN SARAN

 3.1 Kesimpulan

        Sosok utuh menjadi mahasiswa yang ideal di tuntut untuk memahami jati diri sebagai seorang mahasiswa yang memiliki kendaraan emosional, kecerdasan intelektual dan kecerdasan spritiual oleh karenanya seorang mahasiswa ideal harus berwawasan kebangsaan, mampu mengelola diri sendiri serta memiliki etika dan etika akademik.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Categories
Uncategorized

WORKSHOP ORIENTASI PEMBIMBINGAN AKADEMIK MAHASISWA (OPAM) UPT BIMBINGAN KONSELING DAN PEMBINAAN KARIR UNIVERSITAS MATARAM

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Visi Unram adalah “Menjadi Lembaga Pendidikan Tinggi Berbasis Riset Berdaya Saing Internasional tahun 2025”,  untuk mencapai misi tersebut salah satu misinya adalah membangun jaringan kerjasama yang luas dengan berbagai pihak instansi pemerintah dan swasta, di dalam dan luar negeri, dalam rangka untuk mendukung pelaksanaan tri dharma perguruan tinggi yang berstandar mutu nasional dan internasional.

Untuk mencapai visi dan misi tersebut, telah banyak dilakukan oleh Universitas Mataram, baik internal maupun eksternal, sisi internal adalah mengembangan SDM, sarana prasasana maupun kurikulum serta kelembagaan. Dengan pihak eksternal menjalin kerjasama.. dengan pihak dalam negeri maupun pihak luar negeri, pihak dunia usaha dan industry  maupun dengan pihak pemerintah, disamping juga   kerjasama dengan para alumni

Dalam rangka mengimplementasikan visi dan misi diatas telah terbentuk Unit Pelaksana  Teknis Bimbingan Konseling dan Pembinaan Karir (UPT BKPK), melalui lembaga Bimbingan Konseling dan Pembinaan Karir diharapkan dapat memfasilitasi upaya peningkatan kebekerjaan (employability) lulusan, hal ini  juga sebagai  bentuk tanggung jawab Unram kepada masyarakat dalam hal relevansi outcome pendidikan tinggi. Lulusan yang berhasil dan secara profesional sukses  dalam karir yang pada saatnya akan menjadi salah satu aset utama Universitas Mataram yang  bermuara kepada kebermaknaan dalam berkontribusi kepada  masyarakat luas.

Untuk memperkuat kedudukan lembaga dan Sesuai dengan Organisasi dan Tata Kerja (OTK) Universitas Mataram maka dikeluarkan Surat Keputusan  Rektor  nomor  5321/UN18/HK/2018 tanggal  18 Agustus 2018 tentang struktur Organisasi menjadi UPT  Bimbingan Koseling dan Pembinaan Karir, dan Surat Keputusan Rektor nomor  8060/UN18/HK/2018 tanggal  5 Desember 2018 tentang susunan pengurus tahun 2019.

Sebagai lembaga baru UPT Bimbingan Konseling dan Pembinaan Karir harus dapat menunjukkan eksistensinya dengan membuat rencana program dan melaksanakan program yang sesuai dengan keberadaannya dan tuntutan para pengguna, yaitu adanya suatu layanan  konsultasi, bimbingan dan layanan pelatihan yang prima, serta harus memahami keberadaan para alumninya melalui penelusuran alumni (tracer study).

Guna memenuhi kebutuhan tersebut di atas maka pada tahun 2019 ini UPT Bimbingan Konseling dan Pembinaan Karir Universitas Mataram akan mengadakan sejumlah kegiatan sesuai dengan tupoksinya. Salah satunya yaitu: Workshop Orientasi Pembimbingan Akademik Mahasiswa (OPAM)

1.2 Tujuan Workshop OPAM

  1. 1. Memberi pengetahuan kepada dosen-dosen muda Unram tentang berbagai materi  bimbingan kepada mahasiswa.
  2. 2. Memberi pelatihan dan ketrampilan tetang bagaimana cara-cara yang praktis dan operasional dalam membimbing mahasiswa. Dengan kata lain, bimbingan tidak hanya diberikan kepada mahasiswa yang mau berkonsultasi KRS tetapi lebih dari itu menyentuh berbagai permasalahan mahasiswa yang bersifat pribadi (masalah belajar, social, diri dan karir).

1.3 Manfaat Kegiatan Workshop OPAM

Setelah kegiatan OPAM dilakukan, diharapkan memiliki manfaat yang sifatnya langsung (bagi dosen sebagai peserta dan tidak langsung (bagi mahasiswa penerima akhir layanan bimbingan), dan Lembaga UPT BKPK Unram.

  1. 1. Manfaat langsung ialah bagi dosen-dosen muda (sebagai peserta OPAM) diharapkan akan dapat mengambil pelajaran dari kegiatan ini, sehingga pengetahuan, sikap dan keterampilan mereka dalam membimbing mahasiswa akan bertambah.
  2. 2. Manfaat tidak langsung, ialah bagi mahasiswa sebagi pihak akhir penerima layanan bimbingan akan merasa tervasilitasi dan terlayani oleh pihak yang lebih kompeten dalam layanan bimbingan. Sehingga jika mahasiswa mengalami masalah dan memperoleh bantuan dari ahlinya dalam memecahkan masalah diharapkan mahasiswa akan berkembang yang optimal, termasuk prestasi akademiknya akan makin meningkat.
  3. 3. Manfaat tidak langsung, dilihat dari aspek kelembagaan, dalam hal ini UPT BKPK Unram. Diharapkan akan terjadi kerjasama antara dosen dan UPT BKPK Unram. Dengan kata lain, diharapkan para dosen muda akan memanfaatkan UPT BKPK Unram sebagai tempat merujuk (mereferal) mahasiswa yang bermasalah jika dalam melaksanakan bimbingan kurang berhasil dan membutuhkan tenaga ahli professional bimbingan (konselor).

PELAKSANAAN

2.1.  Waktu dan Tempat

Kegiatan  dilaksanakan selama dua hari, yaitu pada hari Jum’at, 13 September 2019  dan Sabtu, 14 September  2019 bertempat di ruang sidang UPT. BKPK Universitas Mataram, yang dilanjutkan dengan kegiatan demonstasi, dengan jadwal sebagai berikut:

Jadwal Workshop Orientasi Pembimbingan Akademik Mahasiswa (OPAM) UPT Bimbingan Konseling Dan Pembinaan Karir Universitas Mataram tahun 2019

HARI/TANGGAL/JAM MATERI POKOK FASILITATOR MODERATOR
Jumat, 13 September 2019  
07.30 – 08.00 Registrasi Peserta Panitia  
08.00 – 09.00 Sambutan-sambutan :

 

1.    Ketua Panitia Pelaksana

2.    Rektor Universitas Mataram

( sekaligus membuka kegiatan workshop)

   
09.00 – 11.00 Materi: Kepenasehatan Akademik Prof. Dr. H.M. Natsir, SH., M.Hum. Dr. M. Firmansyah, SE., M.Si
11.00 – 14.00 Ishoma    
14.00 – 16.00 Materi: Teknik Memahami Perilaku Mahasiswa Pujiarohman, S.Psi., M.Psi., Psikolog Dr. Siti Aisyah Hidayati, SE., MSi
Sabtu, 14 September 2019  
08.00 – 10.00 Materi: Permasalahan yang Dihadapi dalam Pembmbingan Akademik Drs. I Ketut Widiada, M.Pd. Drs. Alamsyah Ab., MP.
10.00 – 12.00 Materi: Teknik Berkomunikasi dengan Mahasiswa Dr. H.A. Hari Witono, M.Pd. Drs. Alamsyah Ab., MP.
12.00 – 14.00 Ishoma    
14.00 – 16.00 Demonstrasi/Peragaan Dr. H.A. Hari Witono, M.Pd. Dr. H.A. Hari Witono, M.Pd.
16.00 – Selesai Penutupan    
         

2.2 Peserta

Peserta kegiatan ini adalah dosen yang berpangkat Asisten Ahli   di semua fakultas dan Prodi dibawah rektor yang ada di Universitas Mataram. Daftar hadir peserta tertera di lampiran 2.

2.3 Materi Workshop

 Materi Workshop yang diberikan yaitu:

  1. Kepenasehatan Akademik
  2. Teknik Memahami Perilaku Mahasiswa
  3. Permasalahan yang DIhadapi dalam Pembimbingan Akademik
  4. Teknik Berkomunikasi dengan Mahasiswa

2.4. Metode Penyampaian Materi

Workshop ini menggunakan metode penyampaian materi dalam bentuk ceramah, disukusi dan demonstrasi.

2.5 Panitia dan Narasumber

Panitia pelaksana Workshop Orientasi Pembimbingan Mahasiswa (OPAM) sesuai dengan SK Rektor Unram Nomor ………………sebagaimana dalam lampiran 3, sedangkan narasumber workshop ini adalah dari Wakil Rektor III dan pengurus/pengelola UPT Bimbingan Konseling dan Pembinaan Karir Universitas Mataram,  sebagai berikut:

  1. Dr. H. M. Natsir, SH., M.Hum. (WR III Unram)
  2. H. A. Hariwitono, M.Pd.
  3. I Ketut Widiada, M.Pd.
  4. Pujiarohman, S.Psi., M.Psi., Psikolog

2.6 Anggaran Kegiatan

Anggaran yang diajukan dalam Workshop OPAM ini, bersumber dari PNBP Unram tahun 2019 yang pada prinsipnya mengacu pada komponen  kegiatan/aktivitas dan barang yang perlu didanai. Jumlah secara keseluruhan nominalnya adalah Rp 16.321.000,-  (enambelas juta tigaratus duapuluh satu ribu  rupiah). Secara terperinci  dapat dirangkum sebagaimana disajikan dalam lampiran 4.

HASIL DAN PEMBAHASAN

1. Isi Sambutan Sekaligus Membuka Acara Workshop OPAM Oleh Rektor Unram Yang Diwakili Oleh Wakil Rektor I

    • Pentingnya workshop ini bagi dosen dalam rangka pembimbingan akademik mahasiswa untuk mendukung proses perkuliahan di kampus. Permasalahan yang timbul pada diri mahasiswa tidak hanya bekaitan dengan faktor akademisnya saja tapi seringkali juga dengan masalah-masalah non akademis, seperti masalah keluarga, teman dekat dan lain sebagainya.
    • Penerapan sistem perkuliahan dengan menggunakan  DARING akan segera dilakukan. Pengenalan sistem ini kepada dosen dilakukan secara bertahap, melalui workshop metode pembelajaran dalam rangka  revolusi industri 4.0.

2. Materi Kepenasehatan Akademik Oleh Dr. H. M. Natsir, SH., M.Hum. (WR III Unram)

            Kepenasahatan Akademik dalah segala macam usaha Penasehat Akademik untuk membimbing mahasiswa agar dapat menyelesaikan studinya dengan baik.
Penasehat Akademik adalah Dosen Tetap dengan jabatan minimal Asisten Ahli Madya dengan tugas:

  1. Membantu mahasiswa dalam menyusun perencanaan studi.
  2. Memberikan pengarahan secara tepat kepada mahasiswa bimbingannya dalam menyusun rencana studi yang akan dilaksanakan setiap semester.
  3. Membimbing mahasiswa dalam mengatasi masalah-masalah belajar/studi yang dialami.
  4. . Membimbing mahasiswa dalam mengatasi masalah-masalah belajar/studi yang dialami
  5. Memberikan rekomendasi kepada mahasiswa mengenai urusan yang berkaitan dengan masalah akademik.

Setiap awal semester Penasehat Akademik berkewajiban melaksanakan tugas kepanesahatan pada waktu dan tempat yang telah dijadwalkan untuk:

  1. Memproses pengisian Kartu Rencana Studi (KRS) dan bertanggungjawab atas kebenaran isinya.
  2. Menetapkan jumlah kredit yang boleh diambil sesuai dengan peraturan yang berlaku.
  3. Meneliti dan memberi persetujuan terhadap rencana program semester yang bersangkutan yang disusun oleh mahasiswa dalam KRS.

3. Materi Teknik Memahami Perilaku Mahasiswa Oleh Pujiarohman, S.Psi., M.Psi., Psikolog

  1. Tahapan Perkembangan Manusia : Manusia akan terus berkembang, namun satu tahapan perkembangan tidak terpenuhi dengan baik maka akan berdampak pada tahapan perkembangan selanjutnya.
  • Tahap prenatal
  • Tahap masa hidup: Masa anak, masa remaja, masa dewasa, masa lansia

2. Macam-macam Perkembangan :

  • Perkembangan Sosial
  • Perkembangan Moral
  • Perkembangan seksual
  • Perkembangan Emosi

3. Pola Asuh dalam Keluarga :

  • Pola Asuh Demokratis
  • Pola Asuh Permisif
  • Pola Asuh Otoriter

4. Perilaku dipengaruhi oleh Otak dan stress yang ada pada diri mahasiswa

5. Komunikasi :

Komunikasi secara umum dipahami sebagai proses transfer informasi dari satu pihak ke pihak lainnya. Informasi dapat berupa: ide, opini, data, fakta, value (nilai), perasaan–nearly everything. Komunikasi paling dasar yang menjadi landasan dari aneka komunikasi lainnya adalah: komunikasi dengan diri sendiri – intrapersonal communication

4. Materi: Permasalahan yang Dihadapi dalam Pembmbingan Akademik Oleh Drs. I Ketut Widiada, M.Pd.

                 Menurut Steven  & Howard (Uno, 2006) lembaga pendidikan tinggi dalam tugasnya mendidik generasi muda bangsa menyelesaikan tahapan hakhir perkembangan mentalnya melalui pendidikan  pendidikan tinggi untuk mengembangkan kondisi serta  rangkaian peristiwa pembelajaran yang dapat memudahkan orang belajar dengan permasalahan-permasalahan sebagai berikut:

  1. Ranah Intrapribadi (inner-self) sebagai aspek batiniah dalam bentuk kemampuan untuk mengenal kesadaran diri, sikap asertif: kemampuan menyampaikan pikiran, kemandirian yakni kemampuan untuk mengarahkan dan mengendalikan diri dengan kaki sendiri.
  2. Ranah Antar Pribadi berkaitan dengan ketrampilan bergaul yang berkaitan dengan membentuk rasa tanggung jawab dan mampu menunjukkan peran diri dalam kehidupan sosial. Ranah ini meliputi: (1) empati: kemampuan memahami kemampuan dan perasaan orang lain, (2) Tanggung jawab sosial: kemampuan untuk hidup di masyarakat dan bekerja sama dengan orang lain, (3) Hubungan antar peribadi: kemampuan untuk menciptakan dan mempertahankan hubungan yang saling memberi dan menerima.
  3. Ranah Penyesuaian Diri: kemampuan bersikap realistic untuk memecahkan berbagai masalah dengan memahami, dan menghadapi berbagai konflik di kampus maupun di luar kampus. Hal ini meliputi tiga ranah: Uji realitas yaitu kemampuan menilai sesuatu secara obyektif menuju pada persepsi yang sebenarnya; Sikap Fleksibel: kemampuan menyesuaikan perasaan, fikiran dan tindakan; Pemecahan masalah yaitu kemampuan untuk mendefinisikan permasalahan untuk menemukan pemecahan yang tepat.Langkah-Langkahnya adalah: memahami masalah untuk memecahkan masalah, b. menentukan dan merumuskan masalah secara jelas, c. menemukan sebanyak mungkin alternative pemecahan, 4. Mengambil keputusan, 5. Menilai alternative pemecahan, 6. Mengulang proses pemecahan masalah dengan hati-hati, disiplin dan sistematik.
  4. Ranah Pengendalian Stres: kemampuan menghadapi stress dan emosi, agar tidak kehilangan kendali. Ini meliputi dua skala yang meliputi pertahanan diri yakni menunjukkan sikap optimis dan kemampuan untuk menunda dorongan sebagai godaan.
  5. Ranah Suasana Hati Umum: berhubungan dengan suasana hati. Ranah ini memiliki dua skala; Optimisme yaitu kemampuan mempertahankan sikap positif dan kebahagian: rasa senang dan gembira.

5. Materi: Teknik Berkomunikasi dengan Mahasiswa Oleh: H.A. Hari Witono, M.Pd.

Konseling menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah pengarahan atau pemberian bimbingan oleh yang ahli kepada seseorang dengan menggunakan metode psikologis dan sebagainya. Makna lain konseling  adalah penyuluhan atau pemberian bantuan oleh konselor kepada konseli sedemikian rupa sehingga pemahaman terhadap kemampuan diri sendiri meningkat dalam memecahkan berbagai masalah.

Adapun tujuan konseling adalah untuk merubah tingkah laku konseli sesuai dengan kemampuan dan potensi yang dimiliki oleh konseli. Untuk menunjang tujuan tersebut, konselor biasanya melakukan berbagai macam hal untuk memfasilitasi dan memberikan dukungan kepada konseli, bersama-sama dengan konseli membuat berbagai alternatif pemecahan masalah demi perubahan ke arah yang lebih baik dan sesuai dengan tujuan yang akan dicapai dalam konseling.

Dari pengertian dan tujuan konseling tersebut, terlihat bahwa konseling adalah suatu kegiatan komunikasi yang dilakukan oleh seorang konselor yang memiliki kemampuan profesional dalam menangani  berbagai permasalahan yang berkaitan erat dengan keputusan pribadi, sosial, karier, dan pendidikan serta memahami berbagai proses psikis maupun dinamika perilaku pada diri konseli. Konseling kerapkali melibatkan interaksi dan komunikasi antara konselor dan konseli baik secara verbal maupun nonverbal. Lebih lanjut dijelaskan bahwa sebagai proses komunikasi antara konselor dan konseli, konseling umumnya melibatkan kemampuan konselor dalam menangkap pesan yang disampaikan oleh konseli dan mengkomunikasikannya kembali kepada konseli.

Kemampuan konselor ini mencakup beberapa teknik komunikasi dalam konseling. Teknik-teknik komunikasi dalam konseling ini harus terus dipelajari dan dilatih oleh konselor agar proses komunikasi dalam konseling berlangsung dengan efektif.

Adapun beberapa teknik komunikasi dalam konseling yang perlu dikuasai oleh konselor, di antaranya adalah :

1. Menghampiri konseli

Menghampiri mengacu pada cara agar konselor dapat bersama dengan konseli baik secara fisik maupun psikologis. Karakteristik perilaku menghampiri yang efektif adalah mengatakan kepada konseli bahwa konselor ada bersama mereka sehingga mereka dapat berbagai cerita kepada konselor. Selain itu, karakteristik perilaku menghampiri yang efektif lainnya adalah menempatkan konselor pada posisi untuk mendengarkan apa yang ingin disampaikan oleh konseli.

Contoh perilaku menghampiri di antaranya adalah menganggukan kepala tanda setuju, menunjukkan ekspresi wajah tenang dan tersenyum, posisi tubuh yang condong ke arah konseli, jarak yang sesuai antara konselor dan konseli, dan mendengarkan dengan aktif

2. Mendengarkan dengan aktif

Mendengarkan mengacu pada kemampuan konselor untuk menangkap dan memahami pesan yang dikomunikasikan oleh konseli, baik pesan verbal maupun pesan nonverbal. Mendengarkan dengan aktif umumnya memerlukan keterampilan lain seperti mendengarkan dan memahami pesan verbal yang disampaikan oleh konseli, mendengarkan dan menafsirkan pesan nonverbal yang disampaikan oleh konseli, mendengarkan dan memahami konseli dalam konteks tertentu, dan mendengarkan dengan empati.

Beberapa hal yang harus diperhatikan oleh konselor di antaranya adalah menghindari distraksi, menyiapkan diri secara psikologis untuk mendengarkan, tetap bersikap terbuka, berpikir analisis, mengidentifikasi argument dan fakta yang mendukung, bersikap objektif, dan lain-lain.

3. Bersikap empati

Empati adalah kemampuan konselor untuk mengenal dan mengakui perasaan konseli tanpa harus mengalami emosi yang sama dengan yang dialami konseli. Empati merupakan upaya yang dilakukan oleh konselor untuk memahami dunia konseli. Empati dilakukan dengan cara mendengarkan konseli dengan penuh perhatian, memahami konseli serta memahami apa yang menjadi perhatian konseli. Pemahaman mengenai dunia konseli kemudian harus dibagi dengan konseli melalui pernyataan baik secara verbal maupun nonverbal.

4. Menangkap pesan

Teknik komunikasi dalam koseling selanjutnya adalah menangkap pesan. Menangkap pesan adalah suatu teknik komunikasi yang digunakan untuk menyatakan kembali apa yang disampaikan oleh klien terkait dengan permasalahan yang dihadapi. Tujuan teknik ini adalah untuk mengatakan kembali kepada konseli bahwa konselor memahami apa yang disampaikan oleh konseli serta mengendapkan apa yang telah disampaikan oleh konseli dalam bentuk ringkasan, memberi arah wawancara konseling, dan memeriksa kembali persepsi konselor tentang apa yang diungkapkan oleh konseli

5. Memberikan pertanyaan

Agar konseli bersedia mengungkapkan apa yang ia pikirkan, rasakan, dan alami kepada konselor maka konselor dapat memberikan pertanyaan kepada konseli dalam bentuk pertanyaan terbuka maupun pertanyaan tertutup. Tujuan konselor memberikan pertanyaan adalah untuk mendorong konseli untuk tidak menggunakan komunikasi asertif ketika hendak mengekspresikan dirinya, membantu konseli agar kembali fokus pada permasalahan, membantu konseli untuk mengidentifikasi kembali pengalaman atau perilaku atau perasaan yang hilang dari diri konseli, membantu konseli untuk terus berusaha, dan membantu konseli untuk memahami dirinya sendiri dan situasi permasalahan yang sedang dihadapi.

Beberapa hal yang harus diperhatikan oleh konselor ketika memberikan pertanyaan kepada konseli adalah memperhatikan situasi kondisi konseling dan konseli; menguasai materi yang berhubungan erat dengan pertanyaan; mengajukan pertanyaan secara jelas, terarah, dan tidak keluar dari topik permasalahan, dan segera memberikan tanggapan terhadap pertanyaan yang disampaikan dengan baik dan simpatik.

6. Memberikan dorongan minimal

Dalam konseling, konselor adakalanya perlu memberikan semacam dorongan minimal terhadap apa yang disampaikan oleh konseli. Tujuan pemberian dorongan minimal ini adalah agar konseli dapat dengan bebas mengekspresikan dirinya dan memberikan arahan kepada konseli agar tujuan pembicaraan dapat tercapai. Waktu yang tepat untuk memberikan dorongan minimal ini adalah saat konseli menghentikan pembicaraannya atau saat konseli kurang fokus pada apa yang dibicarakan atau saat konselor merasa ragu dengan apa yang disampaikan oleh konseli.

7. Memberikan arahan kepada konseli

Teknik komunikasi dalam konseling lainnya yang dapat diterapkan oleh konselor adalah mengarahkan konseli atau memberikan arahan kepada konseli. Maksudnya adalah konselor mengajak dan mengarahkan konseli untuk melakukan sesuatu misalnya bermain peran atau membayangkan sesuatu.

8. Menyimpulkan sementara

Adakalanya konselor perlu untuk menyimpulkan sementara apa yang telah dibicarakan dengan konseli agar nantinya arah pembicaraan menjadi semakin jelas. Tujuan dilakukannya penyimpulan sementara adalah memberikan kesempatan kepada konseli untuk melihat kembali apa yang telah dibicarakan, mencegah konseli mengulang apa yang telah dikatakan, memberikan arah kepada konseli, membantu klien untuk mengidentifikasi bagian yang hilang dari kisah yang disampaikan kepada konselor, dan membantu agar konselor dan konseli lebih fokus pada konseli

9. Memimpin jalannya konseling

Teknik komunikasi dalam konseling berikutnya adalah mempin jalannya konseling. Konselor juga dapat menggunakan teknik ini selama berlangsungnya proses konseling. Teknik memimpin adalah teknik dalam konseling guna mengarahkan atau memimpin jalannya konseling agar maksud dan tujuan konseling dapat terlihat dengan jelas. Pada umumnya, teknik ini disebut juga dengan teknik bertanya karena dalam penerapannya kerap menggunakan kalimat Tanya.  Selama proses konseling, konselor dapat menggunakan teknik ini sebagai alat bantu bagi konseli untuk lebih fokus pada topik pembicaraan.

Hal ini perlu dilakukan mengingat saat konseling biasanya konseli akan menyampaikan sejumlah permasalahan yang tengah dihadapi kepada konselor. Untuk itu, konselor hendaknya dapat membantu konseli agar fokus pada permasalahan tertentu yang lebih penting.

10. Konfrontasi

Teknik komunikasi dalam konseling berikutnya adalah konfrontasi. Teknik konfrontasi adalah teknik menantang konseli yang diterapkan oleh konselor manakala konselor melihat adanya ketidakkonsistenan antara apa yang disampaikan oleh konseli dengan perbuatan, ide awal dengan ide berikutnya, dan lain-lain.

Tujuan digunakannya teknik konfrontasi dalam konseling adalah untuk mendorong konseli agar lebih jujur tentang dirinya sendiri.  Teknik konfrontasi perlu dilakukan dengan hati-hati dengan cara melihat waktu dan saat yang tepat, tidak menyalahkan konseli, dilakukan dengan perilaku menghampiri dan empati.

11. Menjelaskan kata-kata yang kurang jelas atau meragukan

Jika saat konseling terdapat kata-kata konseli yang dirasa kurang jelas atau meragukan bagi konselor, konselor dapat menggunakan teknik ini untuk menjelaskan atau mengklarifikasi kata-kata yang kurang jelas atau meragukan tersebut.

Tujuan diterapkannya teknik ini adalah untuk mengajak konseli agar menyampaikan pesan dengan jelas dan logis. Teknik ini dilakukan oleh konselor dengan menggunakan kata-kata pendahuluan seperti pada intinya, pada pokonya, dengan kata lain, singkat kata, dan lain sebagainya.

12. Merefleksikan perasan

Teknik berikutnya yang kerap diterapkan dalam konseling adalah teknik merefleksikan perasaan. Teknik ini digunakan konselor untuk memantulkan kembali perasaan atau sikap yang terkandung di balik pernyataan konseli.

Teknik ini dilakukan dengan menggunakan kata-kata pendahuluan seperti agaknya, sepertinya, dan lain sebagainya. Selain itu, terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan oleh konselor yaitu menghindari stereotip, memilih waktu yang tepat untuk menanggapi pernyataan konseli, menggunakan kata-kata yang tepat  enggambarkan perasaan atau sikap konseli, dan menyesuaikan bahasa yang tepat atau sesuai dengan konseli.

13. Diam

Diam adalah salah satu teknik komunikasi dalam konseling yang ditandai dengan tidak adanya suara atau tidak adanya interaksi antara konselor dan konseli dalam proses konseling.

Adapun tujuan digunakannya teknik diam dalam konseling adalah menunggu dan memberikan kesempatan kepada konseli untuk berpikir sebelum mengekspresikan dirinya, menunjang perilaku menghampiri, memberikan kesempatan kepada konseli untuk beristirahat atau mengorganisasi pesan, menunjang sikap empati konselor kepada konseli agar konseli bebas berbicara, mendorong konseli atau dan memberikan motivasi kepada konseli untuk mencapai tujuan konseling. Teknik diam ini dapat dilakukan oleh konselor maupun konseli.(

14. Membuat simpulan akhir

Teknik komunikasi dalam konseling yang terakhir adalah membuat simpulan akhir dari pembicaraan yang telah dilakukan antara konselor dan konseli. Pada umumnya, simpulan yang dibuat oleh konselor meliputi perasaan konseli setelah konseling, pematangan rencana konseli, pemahaman konseli, dan berbagai pokok pembicaraan yang akan dilakukan pada konseling berikutnya jika dibutuhkan.

KESIMPULAN DAN SARAN

4.1 Kesimpulan

               Berdasarkan uraian pada pembahasan laporan ini, maka dapat disimpulkan beberapa hal yaitu:

  1. UPT Bimbingan Konseling dan Pembinaan karir sesuai dengan fungsinya perlu melakukan koordinasi dengan program studi yang ada di lingkungan Universitas Mataram dalam rangka kegiatan yang berkaitan dengan pembimbingan akademik mahasiswa..
  2. Ada beberapa orang dosen yang bersedia membantu untuk menyelenggarakan konseling bagi mahasiswa.
  3. Kegiatan secara umum berjalan dengan lancar, karena seluruh tahapan pelaksanaan pelatihan dilaksanakan dengan baik.

4.2 Saran-saran

              Koordinasi antara UPT. BKPK dengan program studi di masing-masing fakultas yang berkaitan dengan pembimbingan akademik mahasiswa perlu dtingkatkan lagi.  Dengan terjalinnya koordinasi yang baik,  diharapkan Dosen Penasehat Akademik dapat memberikan bimbingan yang optimal kepada mahasiswanya. sehingga mereka dapat menyelesaikan studi dengan tepat waktu.

 

 

 

Categories
Uncategorized

UPT BIMBINGAN KONSELING DAN PEMBINAAN KARIR /TRACER STUDY 2019 UNIVERSITAS MATARAM

PENDAHULUAN

1.1 Sejarah Pusat Karir Unram

Dalam rangka menunjang pelaksanaan program penyelarasan pendidikan dengan dunia kerja, dan menyiapkan lulusan perguruan tinggi (PT) untuk bersaing di pasar kerja yang makin kompetitif, Perguruan Tinggi (PT) harus memfasilitasi upaya peningkatan kebekerjaan (employability) lulusannya. Hal ini juga merupakan bentuk tanggung jawab PT kepada masyarakat dalam hal relevansi outcome pendidikan tinggi. Lulusan yang berhasil dan secara profesional sukses pada saatnya akan menjadi salah satu aset utama PT dan kontribusinya bagi dunia pendidikan tinggi akan menjadi signifikan.

Bimbingan Konseling bagi mahasiswa dan Alumni dilaksanakan oleh Unit Pelaksana Teknis Bimbingan Konseling dan Pembinaan Karir  (UPT BKPK). Unit Pelaksana  Teknis Bimbingan Konseling dan Pembinaan Karir (UPT BKPK) pada awalnya lembaga ini dibentuk berdasarkan surat tugas Rektor Universitas Mataram no. 2991/UN.18/KP.00.01/2016 tanggal 12 Maret 2016. Atas dukungan Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni (Prof. Dr. M. Natsir, SH., M.Hum.) dan kerjasama team yang diketuai oleh bapak Dr. H. Ahmad Hari Witono, M.Pd. dan dibantu oleh pengurus lainnya, pada tanggal 21 Juni 2017 secara resmi didirikan dengan Surat Keputusan Rektor Universitas Mataran no. 6403/UN18/HK/2017 tentang Pusat Pengembangan Karir Universitas Mataram tahun 2017. Selanjutnya untuk menyesuaikan dengan  Organisasi dan Tata Kerja (OTK) Universitas Mataram dikeluarkan surat  keputusan rektor no.5321/UN18/HK/2018 menjadi UPT  Bimbingan Koseling dan Pembinaan Karir.

UPT Bimbingan Konseling dan Pembinaan Karir Universtas Mataram merupakan unit pelaksana  tehnis dibidang program pengembangan karir dan layanan konsultasi  di lingkungan Unram dan bertanggungjawab kepada Rektor Universitas Mataram. Dalam melaksanakan kegiatannya UPT dikoordinasikan oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni.

Pada operasional kegiatannya UPT Bimbingan Konseling dan Pembinaan Karir mempunyai tugas memberikan layanan konsultasi kepada dosen, mahasiswa, pegawai, serta urusan pengembangan karir dan kewirausahaan dilingkungan Unram. juga dapat menjalin kerjasama dengan para alumni dan pihak lainnya terutama membantu penyelarasan pendidikan tinggi dengan dunia kerja terutama soft skill, sehingga dapat berdayasaing di pasar kerja yang makin kompetitif dan bersifat global.

Saat ini UPT Bimbingan Konseling dan Pembinaan Karir menempati  salah satu ruangan di UPT Perpustakaan, namun sampai sekarang pemanfaatan oleh mahasiswa, amumni maupun lainnya  masih sangat kurang,  kurangnya peran tersebut kemungkinan disebabkan karena UPT BKPK ini masih relative baru, sehingga perlu sosialisasi yang intensif dan berkelanjutan sangat diperlukan disamping itu juga faktor   konselor yang masih kurang.

1.2 Nomor Surat Keputusan  Pendirian Pusat Karir

Unit Pelaksana  Teknis Bimbingan Konseling dan Pembinaan Karir (UPT BKPK) pada awalnya lembaga ini dibentuk berdasarkan surat tugas Rektor Universitas Mataram no. 2991/UN.18/KP.00.01/2016 tanggal 12 Maret 2016. Atas dukungan Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni (Prof. Dr. M. Natsir, SH., M.Hum.) dan kerjasama team yang diketuai oleh bapak Dr. H. Ahmad Hari Witono, M.Pd. dan dibantu oleh pengurus lainnya, pada tanggal 21 Juni 2017 secara resmi didirikan dengan Surat Keputusan Rektor Universitas Mataran no. 6403/UN18/HK/2017 tentang Pusat Pengembangan Karir Universitas Mataram tahun 2017. Selanjutnya untuk menyesuaikan dengan Organisasi dan Tata Kerja (OTK) Universitas Mataram dikeluarkan surat  keputusan rektor no.5321/UN18/HK/2018 menjadi UPT  Bimbingan Konseling dan Pembinaan Karir (SK Rektor Unram Lampiran)

1.3 Organogram Pusat Karir Unram

Struktur organisasi UPT Bimbingan Konseling dan Pembinaan Karir  terdiri atas :

  1. Kepala
  2. Petugas Tata Usaha
  3. Kelompok Jabatan Fungsional

Kelompok Jabatan Fungsional terdiri atas

  • Bimbingan Konseling
  • Seminar, Rekruitmen dan Training
  • Tracer Study dan Job Fair

Struktur Organisasi UPT Bimbingan Konseling dan Pembinaan Karir  Unram dengan deskripsi tugas dan tanggung jawab masing-masing kelompok Jabatan Fungsional serta daftar nama personil pelaksana sebagai berikut:

UPT BIMBINGAN KONSELING DAN PEMBINAAN KARIR UNIVERSITAS MATARAM

 

SK Rektor no. 5321/UN18/HK/2018

Kepala

REKTOR

 Wakil Rektor III

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Petugas Tata Usaha

 

Kelompok Jabatan Fungsional

Ø  Bimbingan Konseling

Ø  Seminar, Rekruitmen dan Training

Ø  Tracer Study dan Job Fair

 

Catatan :

                  = Garis Instruksi

    = Garis Koordinasi

 

Secara garis besar  UPT Bimbingan Konseling dan Pembinaan Karir  terdiri atas :

  1. Kepala
  2. Petugas Tata Usaha
  3. Kelompok Jabatan Fungsional

Kelompok Jabatan Fungsional terdiri atas

  • Bimbingan Konseling
  • Seminar, Rekruitmen dan Training
  • Tracer Study dan Job Fair

Gambar 1 menunjukkan  Struktur Organisasi UPT Bimbingan Konseling dan Pembinaan Karir  Unram dengan deskripsi tugas dan tanggung jawab masing-masing kelompok Jabatan Fungsional serta daftar nama personil pelaksana sebagai berikut:

1.4 Deskripsi Tugas dan tanggung jawab Masing-Unit Dalam Struktur Orgaisasi UPT BK-Unram:

  1. Rektor Universitas Mataram ( Penasihat)
    • Menyetujui dan mengesahkan berdirinya UPT Bimbingan Konseling dan Pembinaan Karir dibuktikan dengan Penerbitan SK Pengelola.
    • Bertanggungjawab untuk mendukung dan megembangkan UPT Bimbingan Konseling dan Pembinaan Karir, sejak dari disahkan pendiriannya sampai dengan pelaksanan program-program yang telah dicanangkan di masa-masa akan datang.
    • Memberi arahan kepada penanggungjawab dan pelaksana tentang bagaimana strategi untuk mensukseskan program.
  1. Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni (Penanggungjawab Kegiatan)
    • Mengkoordinasikan seluruh kegiatan UPT Bimbingan Konseling dan Pembinaan Karir kepada Rektor Unram
    • Mengevaluasi dan memonitoring tiap-tiap kegiatan dan program UPT Bimbingan Konseling dan Pembinaan Karir 
    • Memberi masukan kepada pelaksana agar kegiaan dan program UPT Bimbingan Konseling dan Pembinaan Karir  dapat berjalan efektif seiring dan sejalan dengan tuntutan pengguna.
  1. Kepala UPT
    • Bersama dengan koordinator kelompok jabatan fungsional menyusun program kegiatan tiap awal tahun.
    • Mengkoordinir bidang-bidang yang ada dibawah garis koordinasinya untuk sama-sama melaksanakan kegiatan sesuai dengan  jadwal dan target yang telah ditentukan.
    • Melaporkan hasil kegiatan di masing-masing bidang kepada penanggung jawab UPT Bimbingan Konseling dan Pembinaan Karir
    1. Sekretaris

Mengurus dan melaksanakan fungsi kesekretariatan di UPT Bimbingan Konseling dan Pembinaan Karir  Unram dan membantu kepala dalam mengurus berbagai keperluan untuk kelancaran program, baik yang berhubungan  dengan pihak internal Unram maupun pihak eksternal Unram  

  1. Kelompok Jabatan Fungsional1
  2. Bidang Bimbingan Konseling
    1. Menyediakan dan melaksanakan test skala kematangan
    2. Memberikan layanan konsultasi dosen, mahasiswa, pegawai dan masyarakat
    3. Memberi masukan kepada calon lulusan untuk memilih dan menentukan jenis pekerjaan yang sesuai dengan potensi bakat dan minat serta kemampuanya.
  1. Bidang Seminar, Rekruitmen dan Training
    • Menyediakan berbagai program Diklat bagi mahasiswa atau alumni tentang berbagai keterampilan yang dibutuhkan oleh dunia usaha
    • Menyelenggarakan pendampigan kepada mahasiswa yang magang di perusahaan tertentu sebagai hasil kerjasama Konseling dan Pusat Pengembangan Karir dengan dunia usaha dan Industri.
    • Melaksanakan kegiatan seminar dan Workshop
    • Mengadakan rekrutmen calon karyawan baik yang bersal dari internal Unram maupun di luar Unram sesuai permintaan.
  2. Bidang Tracer Study dan Job Fair
    • Mengumpulkan informasi yang berkaitan dengan alumni
    • Memberikan informasi mengenai output pendidikan
    • Menyediakan informasi mengenai hubungan antara pendidikan tinggi dengan dunia kerja.
  •  
  1. Melaksanakan Tracer Study.
  2. Melaksanakan Job Fair
  3. Menyediakan informasi berbagai lowongan pekerjaan dari berbagai perusahaan dan lembaga-lembaga pencari tenaga kerja.

1.5 Visi, Misi dan Fungsi UPT Bimbingan Konseling dan Pembinaan Karir (UPT BKPK) Unram

1.5.1. Visi dan Misi

Visi: Menjadi pusat bimbingan konseling dan pembinaan karir dosen, karyawan, mahasiswa, alumni dan masyarakat sehingga mampu bersaing dalam   dunia kerja serta memiliki jiwa wirausaha dalam menghadapi era globalisasi.

Misi: UPT Konseling dan Pusat Pengembangan Karir  Unram.

  1. Melaksanakan layanan bimbingan konseling kepada mahasiswa untuk menyelesaikan masalah pendidikan dan pembelajaran di Universitas Mataram.
  2. Melaksanakan layanan konseling karir kepada mahasiswa menuju dunia kerja yang frofesional.
  3. Layanana pengembangan karir  untuk pegawai dan para alumni universitas Mataram kearah standar kompetensi  yang dibutuhkan instansi  pemerintah dan dunia usaha.
  4. Layanan informasi kerja dan magang
  5. Layanan pelatihan wawasan ketrampilan kerja  kewirausahaan
  6. Bekerjasama dengan instansi lain untuk rekrutmen tenaga kerja dan job fair.
  7. Layanan Tracer Study secara sensus terhadap alumni Universitas Mataram.
  • Organisasi Program

UPT Bimbingan Konseling dan Pembinaan Karir Universtas Mataram merupakan unit pelaksana  tehnis dibidang program pengembangan karir dan layanan konsultasi  di lingkungan Unram dan bertanggungjawab kepada Rektor Universitas Mataram. Dalam melaksanakan kegiatannya UPT dikoordinasikan oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni.

Pada operasional kegiatannya UPT Bimbingan Konseling dan Pembinaan Karir mempunyai tugas melaksanakan memberikan layanan konsultasi kepada dosen, mahasiswa, pegawai, dan masyarakat serta urusan pengembangan karir dan kewirausahaan dilingkungan Unram.

Dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan Organisasi dan Tata Kerja Unram  UPT Bimbingan Konseling dan Pembinaan Karir menyelenggarakan  fungsi:

  1. penyusuna rencana, program dan anggaran UPT
  2. menyediakan dan melaksanakan test skala kematangan
  3. memberikan layanan konsultasi dosen, mahasiswa, pegawai dan masyarakat.
  4. pelaksanaan pengembangan karir
  5. pelaksanaan administrasi kegiatan pengembangan karir
  6. pelaksanaan administrasi kegiatan kewirausahaan
  7. pelaksanaan urusan tata usaha UPT

 

 

 

PELAKSANAAN PROGRAM

2.1. Kegiatan UPT. BKPK

  1. WorkshopTracer Study

        Tujuan Workshop Tracer Study adalah:

  1. Sebagai langkah awal kerjasama jangka panjang di bawah UPT BKPK Unram dengan peserta dalam melaksanakan tracer study secara periodik satu tahun sekali.
  2. Peserta mengetahui tujuan dan manfaat trucer study
  3. Peserta mengetahui metode tracer study sesuai standar Belmawa Dikti.
  4. Peserta dapat melakukan pelacakan data dari para alumni sesuai prosedur yang ditetapkan.
  1. Orientasi Pembimbingan Akademik Mahasiswa

Tujuan  Workshop OPAM

  1. Memberi pengetahuan kepada dosen-dosen muda Unram tentang berbagai materi  bimbingan kepada mahasiswa.
  2. Memberi pelatihan dan ketrampilan tetang bagaimana cara-cara yang praktis dan operasional dalam membimbing mahasiswa. Dengan kata lain, bimbingan tidak hanya diberikan kepada mahasiswa yang mau berkonsultasi KRS tetapi lebih dari itu menyentuh berbagai permasalahan mahasiswa yang bersifat pribadi (masalah belajar, sosial, diri dan karir).
  3. Pelatihan Teman Sebaya

Tujuan kegiatan ini adalah membekali pengetahuan dan ketrampilan para aktivis,  Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) Universitas dan Fakultas di lingkungan Universitas Mataram tentang  konseling teman sebaya

Setelah kegiatan workshop teman sebaya dilakukan, diharapkan memiliki manfaat sebagai berikut:

  1. Manfaat Langsung

Para aktivis memiliki bekal pengetahuan, sikap dan ketrampilan konseling teman sebaya.

  1. Manfaat Tidak Langsung

Diharapkan mahasiswa yang mendapat konseling teman sebaya dari aktivis yang terlatih, akan memperoleh layanan bantuan dalam menyelesaikan masalah yang dihadapi.

  1. Bagi Lembaga UPT. BKPK

Merupakan “perpanjangantangan” membantu mahasiswa yang mengalami masalah dan juga bagi konselor teman sebaya yang dilatih bisa memiliki jaringan ganda dan wadah lembaga resmi meminta bantuan (mereferal)  teman sebaya yang dikonseling jika layanan yang diberikan tersebut tidak memuaskan bagi teman sebaya yang mengalami masalah.

  1. Pelatihan Pengenalan Dunia Kerja

Tujuan kegiatan ini adalah membekali pengetahuan dan keterampilan para mahasiswa tingkat akhir di Universitas/Fakultas Mataram untuk mengakses informasi kerja di Era 4.0

Setelah kegiatan pelatihan Pengenalan Dunia Kerja dilakukan, diharapkan memiliki manfaat sebagai berikut:

  1. Mahasiswa tingkat akhir memiliki pengetahuan dan keterampilan mengkases informasi kerja secara daring, yang menjadi bekal dalam memasukan dunia kerja
  2. Bagi Lembaga UPT. BKPK terus memperbaharui informasi dunia kerja dan kriteria yang dibutuhkan untuk membantu mahasiswa ketika terjun dalam dunia kerja.
  1. Pelatihan Pengembangan Diri dan Karir.

Tujuan pengembangan diri ini, ialah agar mahasiswa Univeristas Mataram, terutama mahasiswa aktivis agar bisa berkembang kepribadiannya terutama, menghadapi dunia kerja setelah mereka menamatkan studinya kelak.

Setelah kegiatan pelatihan pengembangan diri dan karir terlaksana, diharapkan mahasiswa yang dilatih memperoleh manfaat sebagai berikut:

  1. Manfaat langsung.

Para mahasiswa aktivis memiliki bekal pengetahuan, sikap  dan ketrampilan bahkan kepribadian yang mantap terutama menyongsong era 4.0 dalam penyiapan diri dan karir yang akan ditekuninya.

  1. Manfaat bagi Lembaga UPT BKPK

Diharapkan kegiatan ini, menjadi bagian dari Universitas Mataram dalam pelaksanaan misinya, yaitu untuk “mengantarkan” mahasiswa yang memiliki kepribadain yang unggul dan mengurangi “mismatch” para lulusan.

 

2.2. Hasil Kegiatan PK yang di laksanakan di tahun 2019.

2.2.1. Tahapan Tracer Study yang  telah dilakukan sebagai berikut :

Manajemen pelaksanaan Tracer Study dalam perencanaan pengembangan jangka panjang di bawah Pusat Karir yang bekerjasama dengan program studi akan dilaksanakan secara periodik satu tahun sekali. Kegiatan Tracer Study ini akan melacak jejak lulusan/alumni yang dilakukan 2 tahun setelah lulus dengan tahapan sebagai berikut:

  1. Mengumpulkan data lulusan/alumni tahun 2017 di masing-masing program studi melalui Unram dalam angka;
  2. Mengembangkan konsep dan instrumen Tracer Study Alumni;
  3. Pengumpulan data dengan menyebarkan instrumen Tracer Study ke Alumni, baik melalui media Facebook, WA. E-mail, telpon maupun melalui media internet lainnya
  4. Mengolah data hasil (analisis data) dari instrumen Tracer Study Alumni;
  5. Membuat laporan hasil Tracer Study Alumni ke pemangku kepentingan (Rektor, Wakil Rektor, Lembaga Penjaminan Mutu Universitas, Fakultas, Program Studi, Pusat Karir);

Tracer study yang akan dilaksanakan ini bertujuan untuk:

  1. Mengetahui penekanan metode pembelajaran yang digunakan di Universitas Mataram.
  2. Mendiskripsikan keadaan masa transisi alumni setelah wisuda.
  3. Mengetahui kondisi keadaan alumni pada pekerjaannya sekarang.
  4. Mengetahui kesesuaian antara latar belakang pendidikan alumni dengan pekerjaan yang ditekuni alumni sekarang.
  5. Mengetahui tingkat kompetensi para alumni Universitas Mataram.

Surat Keputusan Rektor pengurus dan pengelola UPT Bimbingan Konseling dan Pembinaan Karir Universitas Mataram pada Lampiran 1  dan SK Panitia Tracer Study 2019 lampiran  2.

 

2.2.2. Response Rate

Target responden dalam pelaksanaan Tracer Study Unram 2019 adalah alumni Universitas Mataram yang lulus di tahun 2017. Total alumni Unram yang lulus di tahun 2017 sebanyak 3.211 orang. Setelah melakukan seluruh tahapan TS Unram, maka didapatkan total responden sebagai berikut.

 

Tabel  2.1. Statistik Respon Tracer Sudy Unram Tahun 2019 Lulusan tahun 2017

Kriteria

Jumlah

Universitas Mataram

 

Gross responden tahun 2017 (orang)

3825

Undelivered  (orang)

1750

Nettresponden (orang)

2075

(total-undelivered)

 

Responden mengisi  (orang)

443

Gross Response Rate (persen)

12.52

Nett Response Rate (persen)

23.08

Tabel 2.1. menunjukkan bahwa Sejak awal bulan Juni 2019 hingga akhir bulan Oktober 2019 diperoleh populasi 2075 orang yang memiliki alamat dan kontak, dari 3825 alumni atau sebanyak 54.25 persen alumni yang tidak dapat terkontak karena nomor hp dan alamat email yang berada di data base sudah tidak digunakan oleh alumni. Gross Response rate sampai dengan Oktober 2019 diperoleh net response rate sebesar 12,52 persen dan Net Response rate sebesar 23,08 persen (443 orang mengisi dari 2075 alumni yang dapat terkontak).

 

2.2.3. Metode Pembelajaran  di Universitas  Mataram

Salah satu tujuan Tracer Study adalah memperoleh feedback dari alumni tentang proses belajar yang dilaksanakan. Pada tabel 2.2 berikut disampaikan tanggapan para alumni terhadap proses pembelajaran di Universitas Mataram.

     Tabel  2.2.  Metode Pembelajaran di Universitas Mataram

No.

Keterangan

Mean

Median

Mode

1

Perkuliahan

2.01

2

2

2

Demonstrasi

2.86

3

3

3

Partisipasi dalam proyek riset

2.68

3

2

4

Magang

2.69

3

2

5

Praktikum

2.28

2

1

6

Kerja Lapangan

2.25

2

1

7

Diskusi

2.02

2

2

Sumber data: data primer

Keterangan:  [1] Sangat sering,  [2] Sering,  [3] Cukup Sering,  [4] Kurang,  [5] Tidak Sama Sekal

 

Secara umum berdasarkan pendapat/persepsi responden /alumni pada tabel 2.2.  dan grafik 2.1. bahwa metode perkuliahan, diskusi, praktek kerja lapangan  merupakan metode yang sering/tinggi yaitu 2 (sering) hal ini dapat dilihat dari besarnya rata-rata, titik tengah maupun modus atas tanggapan atau persepsi para alumni atas metode pembelajaran yang digunakan di Universitas Mataram. Sedangkan metode Demonstrasi, Partisipasi dalam proyek riset, dan Magang menurut alumni cukup.

 Rincian persentase masing-masing metode pembelajaran dapat dilihat pada tabel 2.3. berikut.

 

Tabel  2.3.  Metode Pembelajaran di Universitas Mataram

Metode Pembelajaran

 

 

skor penilaian (persen)

[1]

Sangat Besar/

tinggi

[2]

Besar/

tinggi

[3]

Cukup Besar/

tinggi

[4]

Kurang

[5]

Tidak Sama Sekali

 

 

Total

Perkuliahan

30.0

41.8

25.3

2.7

0.2

100.0

Demonstrasi

12.4

26.2

32.6

20.3

8.6

100.0

Partisipasi dalam proyek riset.

19.4

27.8

26.2

19.0

7.7

100.0

Magang

23.7

26.0

21.0

16.3

13.1

100.0

Praktikum

32.5

29.8

20.5

11.3

5.9

100.0

Kerja Lapangan

33.0

27.5

23.7

12.0

3.8

100.0

Diskusi

33.2

38.8

21.4

5.4

1.1

100.0

Rata-rata

26.3

31.1

24.4

12.4

5.8

100.0

Sumber : data primer

Fakta pada tabel 2.3. di atas menunjukkan bahwa responden/alumni menilai metode pembelajaran dengan perkuliahan (ceramah) sebanyak 30 persen menyatakan sangat tinggi, sebanyak 41,8 persen menyatakan tinggi, 2.7 menyatakan kurang dan hanya 0,2 persen menyatakan tidak sama sekali. Tabel yang sama menunjukkan bahwa responden/alumni menilai metode pembelajaran dengan demonstrasi sebanyak 12,4 persen menyatakan sangat tinggi, 26,2 persen menyatakan besar dan 8,6 persen menyatakan tidak sama sekali.

Sumber: Data Primer

Berdasar data di atas, ada beberapa model kuliah yang dipersepsikan sangat tinggi oleh mahasiswa, yaitu perkuliahan atau ceramah, praktikum dan Kerja Lapangan. Sedangkan alumni menganggap tinggi dalam hal partisipasi mereka dalam proyek dosen, magang

Berdasarkan persentase penilaian oleh responden bahwa  Metode pembelajaran Perkuliahan, Praktikum, Kerja lapangan  dan Diskusi merupakan metode pembelajaran yang paling tinggi dilakukan di Unram. Sedangkan persentase yang menyatakan tidak sama sekali yaitu magang (13,1 persen), demonstrasi (8,6 persen).

2.2.4. Sumber Biaya Pendidikan Para Alumni

Pembiayaan Pendidikan adalah menjadi penentu keputusan calon mahasiswa untuk melanjutan Pendidikan ke perguruan tinggi atau tidak. Mengatasi hal tersebut, pemerintah menyiapkan beberapa skim beasiswa untuk mahasiswa, disamping beasiswa Pendidikan yang disiapkan pemerintah beberapa Lembaga swasta melalui CSRnya menyalurkan beasiswa kepada Mahasiswa berprestasi. Beberapa beasiswa yang disediakan pemerintah antara lain, bidik misi dan beasiswa PPA. Besarnya sumber pembiayaan dari beasiswa di tunjukan oleh grafik dan tabel bawah ini.

Keterangan

Frek

Percent

Valid

[1]Biaya Sendiri/ Keluarga

343

77.4

 

[3]Beasiswa BIDIKMISI

73

16.5

 

[4]Beasiswa PPA

16

3.6

 

[6]Beasiswa Perusahaan/ Swasta

2

0.5

 

[7]Lainnya, tuliskan

6

1.4

 

Total

440

99.3

            Total

443

100.0

Grafik 2.1 : Sumber Biaya

Pendidikan

Sumber data : data primer           Tabel 2.4. Sumber Biaya Pendidikan

 

Fakta di atas menunjukkan bahwa sebagian besar sumber biaya pendidik alumni adalah dari keluarga/orang tua yaitu sebesar 77,4 persen atau 343 orang. Sedangkan yang berasal dari beasiswa yang paling banyak adalah dari beaiswa BIDIKMISI sebanyak 16,5 persen, dari PPA 3,6 persen dan dari beasiswa perusahaan swasta 0,5 persen.

2.2.5. Informasi Lowongan Kerja

Salah satu proses yang harus dihadapi oleh alumni adalah fase peralihan dari dunia pendidikan menuju dunia kerja yang mana alumni akan bersaing dengan alumni lainnya untuk mendapatkan pekerjaan. Hal-hal terkait pencarian kerja beberapa di antaranya adalah waktu pencarian kerja dalam mendapatkan pekerjaan pertamanya. Dalam masa tunggu lulusan dalam mencari kerja hingga mendapatkan pekerjaan pertama dibagi ke dalam dua kelompok yaitu periode sebelum dan sesudah lulus.

 

 

 

 

Grafik 2.2:   Sumber Informasi Pekerjaan Para Alumni

Grafik 2.2. tersebut menjelaskan bahwa lulusan Unram sebagian besar mendapatkan informasi lowongan pekerjaan melalui relasi (misalnya dosen, orangtua, saudara, teman, dll.) hingga 23,33 persen selain itu lulusan juga berupaya mendapatkan informasi pekerjaan melalui internet/ iklan online/ milis sebanyak 24,06 persen. Oleh karena itu, ikatan alumni di setiap program studi merupakan aspek penting di dalam memperkuat relasi antar mahasiswa dan alumni khususnya dalam membantu menginformasikan lowongan pekerjaan, sehingga harapannya mahasiswa dengan kontribusi alumni dapat memperoleh pekerjaan dengan lebih cepat dan lebih mudah.

Berikut ini ditampilkan gambaran jumlah perusahaan dalam upaya alumni untuk melamar pekerjaan, di respon, hingga diundang dalam tahapan test wawancara.

 

Tabel 2.5 : Mean, Median dan Modus Jumlah Perusahaan/ Instansi

Statistics

 

Tempat Melamar

Merespon lamaran

Memanggil wawancara

N

Valid

442

442

441

Missing

1

1

2

Mean

3.4457

2.5294

2.3628

Median

2.0000

2.0000

1.0000

Mode

0

0

0

Std.

Deviation

4.53187

4.51456

4.29427

Variance

20.538

20.381

18.441

Grafik 2.3: Mean, Median dan Modus Jumlah Perusahaan/Instansi

Sumber data: data primer

 

Fakta yang didapatkan dari gambar tabel 2.5.di atas menunjukkan bahwa rata-rata jumlah perusahaan/instansi tempat mengajukan lamaran sebanyak 3,45 (dibulatkan jadi 3) perusahaan/ instansi, yang merespon lamaran alumni rata-rata 2,52 (dibulatkan jadi 3) perusahaan/ instansi, sedangkan yang memanggil untuk wawancara sebanyak 2,36 (dibulatkan jadi 2) perusahaan/ instansi. Dari gambaran di atas menunjukkan bahwa lamaran yang diajukan oleh alumni pada perusahaan/ instansi tidak berbanding dengan jumlah perusahaan yang merespon maupun yang melanjutkan ke tingkat wawancara.

Dilihat dari tanggapan perusahaan tercatat bahwa rata-rata sekitar 73,41 persen perusahaan/ instansi yang merespon atas lamaran yang diajukan. Hal ini perlu mendapatkan perhatian apakah lamaran tersebut tidak memenuhi kriteria yang ditetapkan oleh perusahaan, atau terdapat permasalahan lain yang membuat lamaran tidak dapat diproses ke tahap lebih lanjut. Namun dari grafik tersebut, hingga rata-rata 93,41 persen perusahaan /instansi mengundang wawancara apabila lamaran yang diajukan oleh lulusan UNRAM direspon oleh perusahaan.

Dilihat dari jumlah perusahaan tempat melamar pekerjaan, masih sangat terbatas. Hal itu dapat dimaklumi mengingat NTB bukanlah kawasan industri seperti halnya di pulau jawa. Mengingat keterbatasan tersebut, lulusan UNRAM perlu juga diarahkan untuk melamar perusahaan di luar NTB, sementara ini belum terdata seberapa persen alumni UNRAM melamara perusahaan bonafit di luar NTB.

 

2.3. Aktivitas Responden Setelah Lulus.

Pola pikir setelah lulus sepertinya sudah terkognitif pada diri lulusan yaitu untuk fokus mengaplikasikan ilmu yang diperolehnya selama menempuh pendidikan yaitu dengan bekerja. Gambar 2.6 berikut menunjukkan prosentase lulusan yang sudah bekerja, belum/ tidak bekerja para alumni.

 

2.3.1. Waktu Mendapatkan Pekerjaan Pertama

Salah satu proses yang harus dilalui oleh alumni adalah fase peralihan dari dunia pendidikan menuju duia kerja yang mana alumni akan bersaing dengan alumni lainnya untuk mendapakan pekerjaan. Hal-hal  terkait pencarian kerja beberapa diantaranya adalah waktu pencarian kerja dalam mendapatkan pekerjaan pertamanya.

Dalam masa tunggu lulusan dalam mencari kerja hingga mendapatkan pekerjaan pertamanya dibagi menjadi dua kelompok, yaitu pada periode sebelum dan sesudah lulus. Berikut gambaran rata-rata waktu yang dibutuhkan oleh alumni secara umum sebagai berikut:

Tabel 2.6.  Jumlah Mahasiswa yang Mendapat Pekerjaan Pertama Sebelum dan Sesudah Lulus

 

Keterangan

Frek.

Percent

Valid Percent

Cumulative Percent

Valid

.00

1

.2

.2

.2

Sebelum Lulus

108

24.4

24.6

24.6

Sesudah Lulus

331

74.7

75.4

100

Total

433

97.7

100.0

 

Missing  System

10

2.3

   

Total

443

100.0

   

Sumber data : data primer

 

Grafik  2.4: . Jumlah Mahasiswa yang Mendapat Pekerjaan Pertama Sebelum dan Sesudah Lulus

Sumber: Data primer diolah

            Berdasarkan grafik di atas, sekitar 74,7% lulusan Unram mendapatkan pekerjaan pertamanya setelah lulus pendidikan sedangkan sisanya yaitu sebesar 24,40 % mendapatkan pekerjaan sebelum lulus pendidikan dengan rata-rata lama mendapatkan pekerjaan sebelum lulus adalah 1,75 bulan dan 4,42 bulan untuk sesudah lulus. Apabila di lihat dari angka-angka tersebut, lulusan Unram termasuk lulusan dengan masa tunggu yang cukup cepat untuk mendapatkan pekerjaan pertama. Tabel 2.7. berikut menunjukkan jumlah dan masa alumni mendapatkan perkejaan pertama.

 

 

Tabel 2.7. Jumlah dan Frekwensi Alumni Unram yang Mendapat Pekerjaan setelah Lulus

Periode/ waktu (bulan)

 Frequency

Percent

Valid Percent

Cumulative Percent

Valid

1.00

71

16.0

22.3

22.3

2.00

46

10.4

14.4

36.7

3.00

57

12.9

17.9

54.5

4.00

20

4.5

6.3

60.8

5.00

22

5.0

6.9

67.7

6.00

35

7.9

11.0

78.7

7.00

14

3.2

4.4

83.1

8.00

16

3.6

5.0

88.1

9.00

5

1.1

1.6

89.7

10.00

8

1.8

2.5

92.2

11.00

3

.7

.9

93.1

12.00

18

4.1

5.6

98.7

15.00

1

.2

.3

99.1

17.00

1

.2

.3

99.4

18.00

1

.2

.3

99.7

24.00

1

.2

.3

100.0

Total

319

72.0

100.0

 

Missing

System

124

28.0

   

Total

443

100.0

   

Sumber data: data primer

 

            Tabel 2.7. di atas menunjukkan bahwa masa tunggu alumni dalam mendapatkan pekerjaan pertama  yaitu sebanyak 43,64 persen  pada kisaran 1-4 bulan setelah lulus. untuk mengetahui rata-rata, median dan modu masa tunggu lulusan dapat dilihat pada tabel 2.8. berikut.

Tabel 2.8. Jumlah dan Frekwensi Alumni Unram yang Mendapat Pekerjaan setelah Lulus

Keterangan

Sebelum lulus

Sesudah lulus

N

Valid

433

319

Missing

10

124

Mean

1.7529

4.4138

Median

2.0000

3.0000

Mode

2.00

1.00

Std. Deviation

.44242

3.53214

Variance

.196

12.476

Sumber data: data primer.

 

  • Status Kerja Alumni Sekarang

 

Tabel 2.9. Status Kerja pada saat  

                 Penelitian Dilaksanakan

Status Kerja

Jumlah

Persentase

Bekerja

335

75.6

Tidak Bekerja

108

24.4

Jumlah

443

100

 Sumber data : data primer

Grafikl 2.5. Status Kerja pada saat  

                 Penelitian Dilaksanakan

Tabel 2.9. menunjukkan bahwa pada saat penelitian dilaksanakan jumlah alumni yang bekerja sebanyak 335 orang atau sebanyak 75,6 persen, sementara sisanya saat ini tidak bekerja. Adapun tempat mereka bekerja tersebar pada instansi pemerintah/ BUMN, wiraswasta. Untuk mengetahui tempat para alumni bekerja pada tabel 2.10 berikut disajikan jenis perusahaan/instansi tempat alumni bekerja:

 

Tabel 2.10 Jenis Perusahaan/Instansi/Institusi Tempat Alumni Bekerja Sekarang.

Perusahaan/instansi/Institusi

 Frek

Percent

Valid Percent

Cumulative Percent

Valid

1.    Instansi pemerintah (termasuk BUMN)

205

46.3

65.1

65.1

2.    Organisasi non-profit/Lembaga Swadaya Masyarakat

16

3.6

5.1

70.2

3.    Perusahaan swasta

12

2.7

3.8

74.0

4.    Wiraswasta/perusahaan sendiri

53

12.0

16.8

90.8

5.    Lainnya, tuliskan

29

6.5

9.2

100.0

Total

315

71.1

100.0

 

Missing  System

128

28.9

   

Total

443

100.0

   

Sumber data : data primer

Grafik 2.6 Jenis Perusahaan/Instansi/Institusi Tempat Alumni Bekerja Sekarang

 

          Tabel 2.10 menunjukkan bahwa sebanyak 205 orang lulusan atau sebanyak 46,3  persen lulusan bekerja di instansi pemerintah/termasuk BUMN, bekerja pada perusahaan swasta sebanyak 12 orang atau 2,7 persen, dan yang menggembirakan adalah yang bekerja sebagai wiraswasta/perusahaan sendiri sebanyak sebanyak 12 persen atau 53 orang.

2.3.3. Besanya Gaji yang Diterima

Setiap alumni yang baru menyelesaikan studinya tentunya mereka akan mencari pekerjaan dan dapat menghasilkan pendapatan yang layak dari pekerjaan tersebut. Untuk mendapatkan gambaran dari hasil pekerjaan yan lakukan oleh alumni pada tabel 2.11 berikut disampaikan; rata-rata, median dan modus dari pendapatan utama,  dari lembur dan dari pekerjaan lainya.

Tabel  2.11 Pendapatan  Utama, Lembur dari Pekerjaan Lain perbulan Alumni  Unram tahun 2017

 

Dari Pekerjaan Utama  (f1301)

Dari Lembur dan Tips (f1302)

Dari Pekerjaan Lainnya (f1303)

N

Valid

406

230

209

Missing

37

213

234

Mean

2.397.133,37

746.695,65

779.904,78

Median

2.000.000,00

400.000,00

500.000,00

Mode

2.000.000,00

.00

.00

Std. Deviation

1.705.948,62

1.282.230,39

1.105.074,92

Sum

973.236.150.00

171.740.000,00

163.000.100,00

Sumber : data primer.

          Tabel 2.11 diketahui bahwa median pendapatan dari pekerjaan utama sebesar Rp 2.000.000,- dari pekerjaan lembur sebesar Rp.400.000,- Dan dari pekerjaan lain pendapatan nya sebesar Rp 400.000,- dan dari pekerjaan sampingan Rp 500.000,-  apabila dilihat dari rata-rata pendapatan utama para alumni dapat diambil kesimpulan bahwa rata-rata gaji pokok alumni Unram lebih rendah dari upah minimum kota (UMK) tahun 2020 yaitu sebesar Rp2.184.485

Apabila dilihat dari rerata tips dan lembur yang dapat dilihat pada tabel tersebut, maka bisa disimpulkan bahwa tidak banyak lulusan UNRAM yang mendapatkan penghasilan tips dan lembur bulanan. Rerata lembur lulusan UNRAM sejumlah Rp. 400.000,-. sedangkan rerata pendapatan lulusan UNRAM dari pekerjaan lainnya sejumlah Rp. 500.000,-.

  • Keselarasan Horizontal

Keselarasan Horizontal merupakan keselarasan antara bidang ilmu yang ditekuni dengan bidang pekerjaan yang ditangani. Hasil data  alumni Unram tahun 2017 menunjukkan bahwa bidang pekerjaan yang ditekuni sangat sesuai dengan bidang ilmu yang dikuasai.

Tabel  2.12 : Keselarasan Horizontal (Keerat hubungan antara bidang studi dengan pekerjaan)

Grafik  2.7 : Keselarasan Horizontal (Keerat hubungan antara bidang studi dengan pekerjaan)

Berdasarkan grafik di atas, menurut lulusan tingkat kesesuaian/tingkat keeratan kompetensi ilmu yang diperoleh selama pendidikan dirasa sudah sesuai dengan pekerjaan yang dilakukan yaitu hingga 34,7 persen menyatakan sesuai (sangat erat). Sedangkan yang menyatakan  erat dan cukup erat berkisar sebesar masing-masing 18,9 persen  dan yang menjawab kesesuaian pekerjaan dengan kompetensi ilmu yang merupakan kurang erat dan tidak samasekli 11,9 persen dan 10,44 persen.

 

Tabel  2.13 : Tingkat Pendidikan yang Paling Tepat/Sesuai Untuk Pekerjaan Saat Ini

Grafik 2.8.Tingkat Pendidikan yang Paling Tepat/ Sesuai Untuk Pekerjaan Saat Ini

Dari grafik di atas, didapatkan data bahwa alasan tertinggi bagi lulusan untuk tetap memilih pekerjaan yang tidak sesuai dengan keilmuannya adalah karena mereka masih belum mendapatkan pekerjaan yang lebih sesuai. Sementara alasan kedua terbesar adalah karena mereka merasa pada awal meniti karir ini, mereka harus menerima pekerjaan yang tidak berhubungan dengan pendidikan mereka

Selanjutnya, pada grafik 2.13 dijelaskan bahwa mayoritas lulusan  sebanyak 70,7 persen menganggap bahwa pekerjaan mereka pertama kali pada tingkat yang sama dengan pendidikan mereka. Sehingga dapat disimpulkan bahwa beban pekerjaan mereka telah sesuai dengan pendidikan mereka.

 

 

  • Kompetensi Diraih Lulusan dan Kompetensi Diperlukan di Dunia Kerja/usaha.

 

Kompetensi/kemampuan alumni dapat terbentuk oleh beberapa hal, kompetensi dasar individu dan atau kompetensi yang diperoleh dari bidang ilmu. Kompetensi bidang ilmu diperoleh oleh alumni utamanya saat mereka menjalani perkuliahan. Kompetensi alumni yang diperoleh dari perkuliahan umumnya merupakan pengetahuan terkait bidang ilmu dari program studi tempat alumni menuntut ilmu. Selama menuntut ilmu di UNRAM, alumni juga sangat mungkin memperoleh kemampuan yang sifatnya lebih ke arah soft skill. Kemampuan soft skill umumnya terbentuk dari aktivitas yang dijalani oleh alumni, baik di dalam ataupun di luar Kampus.

Poin-poin penilaian kompetensi alumni yang dijadikan bahan pengukuran antara lain: pengetahuan di bidang ilmu, pengetahuan di luar bidang ilmu, pengetahuan umum, keterampilan internet, keterampilan komputer, berpikir kritis, keterampilan riset, kemampuan belajar, kemampuan berko-munikasi, bekerja di bawah tekanan, manajemen waktu, bekerja secara mandiri, bekerja tim, kemampuan dalam memecahkan masalah, negosiasi, kemampuan analisis, toleransi, kemampuan adaptasi, loyalitas dan integritas, bekerja dengan orang yang berbeda budaya ataupun latar be-lakang, kepemimpinan, tanggung jawab, inisiatif, manajemen proyek/program, menuliskan laporan, merepresentasikan ide, serta kemampuan untuk terus belajar sepanjang hayat.

 

Grafik 2.9. Grafik Kompetensi Lulusan dan Kompetensi yang diperlukan Dunia Kerja/ Usaha

 

Dari data yang dapat ditilik pada gambar 43, kompetensi yang didapat oleh mahasiswa UNRAM masih kurang dibanding dengan kompetensi yang dibutuhkan di dunia kerja atau usaha. Hanya ada satu poin yang kompetensinya mencapai kebutuhan di dunia kerja/usaha yaitu ketrampilan internet dan kepemimpinan. Beberapa hal yang perlu diperbaiki dari kompetensi lulusan adalah tentang kemampuan negosiasi, bekerja dibawah tekanan, manajemen waktu, kepemimpinan, tanggung jawab, inisiatif, pengetahuan di luar disiplin ilmu, Bahasa Inggris, berpikir kritis, kemampuan berkomunikasi.

PENUTUP

Ketiap kegiatan yang dilakukan selalu ada kendala atau permasalahan yang dihadapi dan harus diselesaikan permasalahannya. Selama menjalankan proses Tracer Study 2019, ditemui beberapa kendala dan cara mengatasinya, yang kemudian dirumuskan  rekomendasi perbaikan untuk tahun mendatang

3.1. Kendala dan Masalah dalam Kegiatan Tracer Study

  1. Beberapa data alumni memakai system manual dalam pendataannya, hal ini sangat menyulitkan bagi pihak universitas dalam pelacakan alumni.
  2. Sulitnya mendapatkan database alumni yang paling baru untuk meminimalisir jumlah undelivered karena alumni banyak yang sudah mengganti nomor handphone dan alamat
  3. Belum maksimalnya pihak alumni dalam memberikan informasi terkait dengan pekerjaannya dan kurang memahami isian kuisioner yang dibuat.
  4. Alumni kurang respon dalam pengisian kuisioner dikarenakan sibuk, hanya dibaca dan malas mengisi.

3.2. Cara Mengatasi Permasalahan

  1. Berkoordinasi dengan UPT Pustik Unram dalam melakukan pelacakan secara online
  2. Mengaktifkan penggunaan social media, terutama WA Group masing-masing angkatan.
  3. Perlu peningkatan peran UPT dalam memberikan informasi lowongan kerja melalui media yang ada.
  4. Menyiapkan undian berhadiah berupa flasdisk kepada mereka yang mengisi kuesioner dengan lengkap

3.3. Rekomendasi

  1. Mewajibkan alumni untuk mengisi email alternatif yang masih aktif dan nomor handphone atau akun media sosial baik ketika pembekalan calon wisuda maupun ketika mendaftar wisuda, karena mahasiswa jaman sekarang walaupun sering ganti nomor handphone namun akun sosial media tetap
  2. Program studi agar lebih aktif sebagai ujung tombak dalam menggali informasi tracer study
  3. Merekrut surveyor dari alumni yang berasal dari cohort lulusan yang di-trace sehingga ikatan antar alumni lebih
  4. Menggunakan link alternatif per individu alumni agar alumni tidak perlu lagi login ATSS dengan mengingat NIM ketika menjadi
  5. Perlu peningkatan peran UPT Bimbingan Konseling dan Pembinaan Karir dalam pengembangan karier dan mengadakan bursa kerja
  6. Perlu peningkatan kemampuan bahasa asing disamping menjadi salah satu syarat mengikuti sekolah pascasarjana dan mengingat persaingan diera globalisasi.
  7. Peningkatan kemampuan wirausaha bagi mahasiswa dengan memberikan pelatihan intensif mengenai wirausaha bagi alumni

 

Categories
Berita Acara

Berita Acara Panitia Pelaksanaan Kegiatan Walk In Interview Mandiri Tuna Finance

BERITA ACARA
PANITIA PELAKSANAAN KEGIATAN
WALK IN INTERVIEW MANDIRI TUNA FINANCE

UPT BKPK telah melaksanakan WALK IN INTERVIEW yang di selenggarakan pada hari kamis, 23 Januari 2020 Pukul 09.00 – 14.00 WIB Bertempat di Universitas Mataram Ruang Rapat UPT. Perpustakaan Unram, Jl Majapahit No.62, Gomong, Kec. Selaparang Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat. 83126.

Membuka lowongan pekerjaan untuk posisi

MARKETING AGENT

  • Lulusan D3/ dari semua jurusan
  • Minimum GPA 2.75
  • Usia Maksimal 30 tahun
  • Fresh graduate silahkan mendaftar
  • Bersedia bekerja di lapangan
  • Memiliki kendaraan pribadi

MARKETING AGENT DIRECT

  • Lulusan D3/ dari semua jurusan
  • Minimum GPA 2.75
  • Usia Maksimal 30 tahun
  • Fresh graduate silahkan mendaftar
  • Bersedia bekrja dengan target lending

ACCOUNT RECEIVIABLE MANAGEMENT OFFICER

  • Lulusan D3/ dari semua jurusan
  • Minimum GPA 2.75
  • Usia Maksimal 30 tahun
  • Fresh graduate silahkan mendaftar
  • Bersedia bekrja dengan target
  • Memiliki kendaraan pribadi
Walk In Interview Mandiri Tuna Finance 1
Walk In Interview Mandiri Tuna Finance 2
Walk In Interview Mandiri Tuna Finance 3
Walk In Interview Mandiri Tuna Finance 4
Walk In Interview Mandiri Tuna Finance 5
Categories
Uncategorized

Hello world!

Welcome to WordPress. This is your first post. Edit or delete it, then start writing!

The quick brown fox jumped over the lazy dogs