Categories
Uncategorized

UPT BIMBINGAN KONSELING DAN PEMBINAAN KARIR /TRACER STUDY 2019 UNIVERSITAS MATARAM

PENDAHULUAN

1.1 Sejarah Pusat Karir Unram

Dalam rangka menunjang pelaksanaan program penyelarasan pendidikan dengan dunia kerja, dan menyiapkan lulusan perguruan tinggi (PT) untuk bersaing di pasar kerja yang makin kompetitif, Perguruan Tinggi (PT) harus memfasilitasi upaya peningkatan kebekerjaan (employability) lulusannya. Hal ini juga merupakan bentuk tanggung jawab PT kepada masyarakat dalam hal relevansi outcome pendidikan tinggi. Lulusan yang berhasil dan secara profesional sukses pada saatnya akan menjadi salah satu aset utama PT dan kontribusinya bagi dunia pendidikan tinggi akan menjadi signifikan.

Bimbingan Konseling bagi mahasiswa dan Alumni dilaksanakan oleh Unit Pelaksana Teknis Bimbingan Konseling dan Pembinaan Karir  (UPT BKPK). Unit Pelaksana  Teknis Bimbingan Konseling dan Pembinaan Karir (UPT BKPK) pada awalnya lembaga ini dibentuk berdasarkan surat tugas Rektor Universitas Mataram no. 2991/UN.18/KP.00.01/2016 tanggal 12 Maret 2016. Atas dukungan Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni (Prof. Dr. M. Natsir, SH., M.Hum.) dan kerjasama team yang diketuai oleh bapak Dr. H. Ahmad Hari Witono, M.Pd. dan dibantu oleh pengurus lainnya, pada tanggal 21 Juni 2017 secara resmi didirikan dengan Surat Keputusan Rektor Universitas Mataran no. 6403/UN18/HK/2017 tentang Pusat Pengembangan Karir Universitas Mataram tahun 2017. Selanjutnya untuk menyesuaikan dengan  Organisasi dan Tata Kerja (OTK) Universitas Mataram dikeluarkan surat  keputusan rektor no.5321/UN18/HK/2018 menjadi UPT  Bimbingan Koseling dan Pembinaan Karir.

UPT Bimbingan Konseling dan Pembinaan Karir Universtas Mataram merupakan unit pelaksana  tehnis dibidang program pengembangan karir dan layanan konsultasi  di lingkungan Unram dan bertanggungjawab kepada Rektor Universitas Mataram. Dalam melaksanakan kegiatannya UPT dikoordinasikan oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni.

Pada operasional kegiatannya UPT Bimbingan Konseling dan Pembinaan Karir mempunyai tugas memberikan layanan konsultasi kepada dosen, mahasiswa, pegawai, serta urusan pengembangan karir dan kewirausahaan dilingkungan Unram. juga dapat menjalin kerjasama dengan para alumni dan pihak lainnya terutama membantu penyelarasan pendidikan tinggi dengan dunia kerja terutama soft skill, sehingga dapat berdayasaing di pasar kerja yang makin kompetitif dan bersifat global.

Saat ini UPT Bimbingan Konseling dan Pembinaan Karir menempati  salah satu ruangan di UPT Perpustakaan, namun sampai sekarang pemanfaatan oleh mahasiswa, amumni maupun lainnya  masih sangat kurang,  kurangnya peran tersebut kemungkinan disebabkan karena UPT BKPK ini masih relative baru, sehingga perlu sosialisasi yang intensif dan berkelanjutan sangat diperlukan disamping itu juga faktor   konselor yang masih kurang.

1.2 Nomor Surat Keputusan  Pendirian Pusat Karir

Unit Pelaksana  Teknis Bimbingan Konseling dan Pembinaan Karir (UPT BKPK) pada awalnya lembaga ini dibentuk berdasarkan surat tugas Rektor Universitas Mataram no. 2991/UN.18/KP.00.01/2016 tanggal 12 Maret 2016. Atas dukungan Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni (Prof. Dr. M. Natsir, SH., M.Hum.) dan kerjasama team yang diketuai oleh bapak Dr. H. Ahmad Hari Witono, M.Pd. dan dibantu oleh pengurus lainnya, pada tanggal 21 Juni 2017 secara resmi didirikan dengan Surat Keputusan Rektor Universitas Mataran no. 6403/UN18/HK/2017 tentang Pusat Pengembangan Karir Universitas Mataram tahun 2017. Selanjutnya untuk menyesuaikan dengan Organisasi dan Tata Kerja (OTK) Universitas Mataram dikeluarkan surat  keputusan rektor no.5321/UN18/HK/2018 menjadi UPT  Bimbingan Konseling dan Pembinaan Karir (SK Rektor Unram Lampiran)

1.3 Organogram Pusat Karir Unram

Struktur organisasi UPT Bimbingan Konseling dan Pembinaan Karir  terdiri atas :

  1. Kepala
  2. Petugas Tata Usaha
  3. Kelompok Jabatan Fungsional

Kelompok Jabatan Fungsional terdiri atas

  • Bimbingan Konseling
  • Seminar, Rekruitmen dan Training
  • Tracer Study dan Job Fair

Struktur Organisasi UPT Bimbingan Konseling dan Pembinaan Karir  Unram dengan deskripsi tugas dan tanggung jawab masing-masing kelompok Jabatan Fungsional serta daftar nama personil pelaksana sebagai berikut:

UPT BIMBINGAN KONSELING DAN PEMBINAAN KARIR UNIVERSITAS MATARAM

 

SK Rektor no. 5321/UN18/HK/2018

Kepala

REKTOR

 Wakil Rektor III

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Petugas Tata Usaha

 

Kelompok Jabatan Fungsional

Ø  Bimbingan Konseling

Ø  Seminar, Rekruitmen dan Training

Ø  Tracer Study dan Job Fair

 

Catatan :

                  = Garis Instruksi

    = Garis Koordinasi

 

Secara garis besar  UPT Bimbingan Konseling dan Pembinaan Karir  terdiri atas :

  1. Kepala
  2. Petugas Tata Usaha
  3. Kelompok Jabatan Fungsional

Kelompok Jabatan Fungsional terdiri atas

  • Bimbingan Konseling
  • Seminar, Rekruitmen dan Training
  • Tracer Study dan Job Fair

Gambar 1 menunjukkan  Struktur Organisasi UPT Bimbingan Konseling dan Pembinaan Karir  Unram dengan deskripsi tugas dan tanggung jawab masing-masing kelompok Jabatan Fungsional serta daftar nama personil pelaksana sebagai berikut:

1.4 Deskripsi Tugas dan tanggung jawab Masing-Unit Dalam Struktur Orgaisasi UPT BK-Unram:

  1. Rektor Universitas Mataram ( Penasihat)
    • Menyetujui dan mengesahkan berdirinya UPT Bimbingan Konseling dan Pembinaan Karir dibuktikan dengan Penerbitan SK Pengelola.
    • Bertanggungjawab untuk mendukung dan megembangkan UPT Bimbingan Konseling dan Pembinaan Karir, sejak dari disahkan pendiriannya sampai dengan pelaksanan program-program yang telah dicanangkan di masa-masa akan datang.
    • Memberi arahan kepada penanggungjawab dan pelaksana tentang bagaimana strategi untuk mensukseskan program.
  1. Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni (Penanggungjawab Kegiatan)
    • Mengkoordinasikan seluruh kegiatan UPT Bimbingan Konseling dan Pembinaan Karir kepada Rektor Unram
    • Mengevaluasi dan memonitoring tiap-tiap kegiatan dan program UPT Bimbingan Konseling dan Pembinaan Karir 
    • Memberi masukan kepada pelaksana agar kegiaan dan program UPT Bimbingan Konseling dan Pembinaan Karir  dapat berjalan efektif seiring dan sejalan dengan tuntutan pengguna.
  1. Kepala UPT
    • Bersama dengan koordinator kelompok jabatan fungsional menyusun program kegiatan tiap awal tahun.
    • Mengkoordinir bidang-bidang yang ada dibawah garis koordinasinya untuk sama-sama melaksanakan kegiatan sesuai dengan  jadwal dan target yang telah ditentukan.
    • Melaporkan hasil kegiatan di masing-masing bidang kepada penanggung jawab UPT Bimbingan Konseling dan Pembinaan Karir
    1. Sekretaris

Mengurus dan melaksanakan fungsi kesekretariatan di UPT Bimbingan Konseling dan Pembinaan Karir  Unram dan membantu kepala dalam mengurus berbagai keperluan untuk kelancaran program, baik yang berhubungan  dengan pihak internal Unram maupun pihak eksternal Unram  

  1. Kelompok Jabatan Fungsional1
  2. Bidang Bimbingan Konseling
    1. Menyediakan dan melaksanakan test skala kematangan
    2. Memberikan layanan konsultasi dosen, mahasiswa, pegawai dan masyarakat
    3. Memberi masukan kepada calon lulusan untuk memilih dan menentukan jenis pekerjaan yang sesuai dengan potensi bakat dan minat serta kemampuanya.
  1. Bidang Seminar, Rekruitmen dan Training
    • Menyediakan berbagai program Diklat bagi mahasiswa atau alumni tentang berbagai keterampilan yang dibutuhkan oleh dunia usaha
    • Menyelenggarakan pendampigan kepada mahasiswa yang magang di perusahaan tertentu sebagai hasil kerjasama Konseling dan Pusat Pengembangan Karir dengan dunia usaha dan Industri.
    • Melaksanakan kegiatan seminar dan Workshop
    • Mengadakan rekrutmen calon karyawan baik yang bersal dari internal Unram maupun di luar Unram sesuai permintaan.
  2. Bidang Tracer Study dan Job Fair
    • Mengumpulkan informasi yang berkaitan dengan alumni
    • Memberikan informasi mengenai output pendidikan
    • Menyediakan informasi mengenai hubungan antara pendidikan tinggi dengan dunia kerja.
  •  
  1. Melaksanakan Tracer Study.
  2. Melaksanakan Job Fair
  3. Menyediakan informasi berbagai lowongan pekerjaan dari berbagai perusahaan dan lembaga-lembaga pencari tenaga kerja.

1.5 Visi, Misi dan Fungsi UPT Bimbingan Konseling dan Pembinaan Karir (UPT BKPK) Unram

1.5.1. Visi dan Misi

Visi: Menjadi pusat bimbingan konseling dan pembinaan karir dosen, karyawan, mahasiswa, alumni dan masyarakat sehingga mampu bersaing dalam   dunia kerja serta memiliki jiwa wirausaha dalam menghadapi era globalisasi.

Misi: UPT Konseling dan Pusat Pengembangan Karir  Unram.

  1. Melaksanakan layanan bimbingan konseling kepada mahasiswa untuk menyelesaikan masalah pendidikan dan pembelajaran di Universitas Mataram.
  2. Melaksanakan layanan konseling karir kepada mahasiswa menuju dunia kerja yang frofesional.
  3. Layanana pengembangan karir  untuk pegawai dan para alumni universitas Mataram kearah standar kompetensi  yang dibutuhkan instansi  pemerintah dan dunia usaha.
  4. Layanan informasi kerja dan magang
  5. Layanan pelatihan wawasan ketrampilan kerja  kewirausahaan
  6. Bekerjasama dengan instansi lain untuk rekrutmen tenaga kerja dan job fair.
  7. Layanan Tracer Study secara sensus terhadap alumni Universitas Mataram.
  • Organisasi Program

UPT Bimbingan Konseling dan Pembinaan Karir Universtas Mataram merupakan unit pelaksana  tehnis dibidang program pengembangan karir dan layanan konsultasi  di lingkungan Unram dan bertanggungjawab kepada Rektor Universitas Mataram. Dalam melaksanakan kegiatannya UPT dikoordinasikan oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni.

Pada operasional kegiatannya UPT Bimbingan Konseling dan Pembinaan Karir mempunyai tugas melaksanakan memberikan layanan konsultasi kepada dosen, mahasiswa, pegawai, dan masyarakat serta urusan pengembangan karir dan kewirausahaan dilingkungan Unram.

Dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan Organisasi dan Tata Kerja Unram  UPT Bimbingan Konseling dan Pembinaan Karir menyelenggarakan  fungsi:

  1. penyusuna rencana, program dan anggaran UPT
  2. menyediakan dan melaksanakan test skala kematangan
  3. memberikan layanan konsultasi dosen, mahasiswa, pegawai dan masyarakat.
  4. pelaksanaan pengembangan karir
  5. pelaksanaan administrasi kegiatan pengembangan karir
  6. pelaksanaan administrasi kegiatan kewirausahaan
  7. pelaksanaan urusan tata usaha UPT

 

 

 

PELAKSANAAN PROGRAM

2.1. Kegiatan UPT. BKPK

  1. WorkshopTracer Study

        Tujuan Workshop Tracer Study adalah:

  1. Sebagai langkah awal kerjasama jangka panjang di bawah UPT BKPK Unram dengan peserta dalam melaksanakan tracer study secara periodik satu tahun sekali.
  2. Peserta mengetahui tujuan dan manfaat trucer study
  3. Peserta mengetahui metode tracer study sesuai standar Belmawa Dikti.
  4. Peserta dapat melakukan pelacakan data dari para alumni sesuai prosedur yang ditetapkan.
  1. Orientasi Pembimbingan Akademik Mahasiswa

Tujuan  Workshop OPAM

  1. Memberi pengetahuan kepada dosen-dosen muda Unram tentang berbagai materi  bimbingan kepada mahasiswa.
  2. Memberi pelatihan dan ketrampilan tetang bagaimana cara-cara yang praktis dan operasional dalam membimbing mahasiswa. Dengan kata lain, bimbingan tidak hanya diberikan kepada mahasiswa yang mau berkonsultasi KRS tetapi lebih dari itu menyentuh berbagai permasalahan mahasiswa yang bersifat pribadi (masalah belajar, sosial, diri dan karir).
  3. Pelatihan Teman Sebaya

Tujuan kegiatan ini adalah membekali pengetahuan dan ketrampilan para aktivis,  Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) Universitas dan Fakultas di lingkungan Universitas Mataram tentang  konseling teman sebaya

Setelah kegiatan workshop teman sebaya dilakukan, diharapkan memiliki manfaat sebagai berikut:

  1. Manfaat Langsung

Para aktivis memiliki bekal pengetahuan, sikap dan ketrampilan konseling teman sebaya.

  1. Manfaat Tidak Langsung

Diharapkan mahasiswa yang mendapat konseling teman sebaya dari aktivis yang terlatih, akan memperoleh layanan bantuan dalam menyelesaikan masalah yang dihadapi.

  1. Bagi Lembaga UPT. BKPK

Merupakan “perpanjangantangan” membantu mahasiswa yang mengalami masalah dan juga bagi konselor teman sebaya yang dilatih bisa memiliki jaringan ganda dan wadah lembaga resmi meminta bantuan (mereferal)  teman sebaya yang dikonseling jika layanan yang diberikan tersebut tidak memuaskan bagi teman sebaya yang mengalami masalah.

  1. Pelatihan Pengenalan Dunia Kerja

Tujuan kegiatan ini adalah membekali pengetahuan dan keterampilan para mahasiswa tingkat akhir di Universitas/Fakultas Mataram untuk mengakses informasi kerja di Era 4.0

Setelah kegiatan pelatihan Pengenalan Dunia Kerja dilakukan, diharapkan memiliki manfaat sebagai berikut:

  1. Mahasiswa tingkat akhir memiliki pengetahuan dan keterampilan mengkases informasi kerja secara daring, yang menjadi bekal dalam memasukan dunia kerja
  2. Bagi Lembaga UPT. BKPK terus memperbaharui informasi dunia kerja dan kriteria yang dibutuhkan untuk membantu mahasiswa ketika terjun dalam dunia kerja.
  1. Pelatihan Pengembangan Diri dan Karir.

Tujuan pengembangan diri ini, ialah agar mahasiswa Univeristas Mataram, terutama mahasiswa aktivis agar bisa berkembang kepribadiannya terutama, menghadapi dunia kerja setelah mereka menamatkan studinya kelak.

Setelah kegiatan pelatihan pengembangan diri dan karir terlaksana, diharapkan mahasiswa yang dilatih memperoleh manfaat sebagai berikut:

  1. Manfaat langsung.

Para mahasiswa aktivis memiliki bekal pengetahuan, sikap  dan ketrampilan bahkan kepribadian yang mantap terutama menyongsong era 4.0 dalam penyiapan diri dan karir yang akan ditekuninya.

  1. Manfaat bagi Lembaga UPT BKPK

Diharapkan kegiatan ini, menjadi bagian dari Universitas Mataram dalam pelaksanaan misinya, yaitu untuk “mengantarkan” mahasiswa yang memiliki kepribadain yang unggul dan mengurangi “mismatch” para lulusan.

 

2.2. Hasil Kegiatan PK yang di laksanakan di tahun 2019.

2.2.1. Tahapan Tracer Study yang  telah dilakukan sebagai berikut :

Manajemen pelaksanaan Tracer Study dalam perencanaan pengembangan jangka panjang di bawah Pusat Karir yang bekerjasama dengan program studi akan dilaksanakan secara periodik satu tahun sekali. Kegiatan Tracer Study ini akan melacak jejak lulusan/alumni yang dilakukan 2 tahun setelah lulus dengan tahapan sebagai berikut:

  1. Mengumpulkan data lulusan/alumni tahun 2017 di masing-masing program studi melalui Unram dalam angka;
  2. Mengembangkan konsep dan instrumen Tracer Study Alumni;
  3. Pengumpulan data dengan menyebarkan instrumen Tracer Study ke Alumni, baik melalui media Facebook, WA. E-mail, telpon maupun melalui media internet lainnya
  4. Mengolah data hasil (analisis data) dari instrumen Tracer Study Alumni;
  5. Membuat laporan hasil Tracer Study Alumni ke pemangku kepentingan (Rektor, Wakil Rektor, Lembaga Penjaminan Mutu Universitas, Fakultas, Program Studi, Pusat Karir);

Tracer study yang akan dilaksanakan ini bertujuan untuk:

  1. Mengetahui penekanan metode pembelajaran yang digunakan di Universitas Mataram.
  2. Mendiskripsikan keadaan masa transisi alumni setelah wisuda.
  3. Mengetahui kondisi keadaan alumni pada pekerjaannya sekarang.
  4. Mengetahui kesesuaian antara latar belakang pendidikan alumni dengan pekerjaan yang ditekuni alumni sekarang.
  5. Mengetahui tingkat kompetensi para alumni Universitas Mataram.

Surat Keputusan Rektor pengurus dan pengelola UPT Bimbingan Konseling dan Pembinaan Karir Universitas Mataram pada Lampiran 1  dan SK Panitia Tracer Study 2019 lampiran  2.

 

2.2.2. Response Rate

Target responden dalam pelaksanaan Tracer Study Unram 2019 adalah alumni Universitas Mataram yang lulus di tahun 2017. Total alumni Unram yang lulus di tahun 2017 sebanyak 3.211 orang. Setelah melakukan seluruh tahapan TS Unram, maka didapatkan total responden sebagai berikut.

 

Tabel  2.1. Statistik Respon Tracer Sudy Unram Tahun 2019 Lulusan tahun 2017

Kriteria

Jumlah

Universitas Mataram

 

Gross responden tahun 2017 (orang)

3825

Undelivered  (orang)

1750

Nettresponden (orang)

2075

(total-undelivered)

 

Responden mengisi  (orang)

443

Gross Response Rate (persen)

12.52

Nett Response Rate (persen)

23.08

Tabel 2.1. menunjukkan bahwa Sejak awal bulan Juni 2019 hingga akhir bulan Oktober 2019 diperoleh populasi 2075 orang yang memiliki alamat dan kontak, dari 3825 alumni atau sebanyak 54.25 persen alumni yang tidak dapat terkontak karena nomor hp dan alamat email yang berada di data base sudah tidak digunakan oleh alumni. Gross Response rate sampai dengan Oktober 2019 diperoleh net response rate sebesar 12,52 persen dan Net Response rate sebesar 23,08 persen (443 orang mengisi dari 2075 alumni yang dapat terkontak).

 

2.2.3. Metode Pembelajaran  di Universitas  Mataram

Salah satu tujuan Tracer Study adalah memperoleh feedback dari alumni tentang proses belajar yang dilaksanakan. Pada tabel 2.2 berikut disampaikan tanggapan para alumni terhadap proses pembelajaran di Universitas Mataram.

     Tabel  2.2.  Metode Pembelajaran di Universitas Mataram

No.

Keterangan

Mean

Median

Mode

1

Perkuliahan

2.01

2

2

2

Demonstrasi

2.86

3

3

3

Partisipasi dalam proyek riset

2.68

3

2

4

Magang

2.69

3

2

5

Praktikum

2.28

2

1

6

Kerja Lapangan

2.25

2

1

7

Diskusi

2.02

2

2

Sumber data: data primer

Keterangan:  [1] Sangat sering,  [2] Sering,  [3] Cukup Sering,  [4] Kurang,  [5] Tidak Sama Sekal

 

Secara umum berdasarkan pendapat/persepsi responden /alumni pada tabel 2.2.  dan grafik 2.1. bahwa metode perkuliahan, diskusi, praktek kerja lapangan  merupakan metode yang sering/tinggi yaitu 2 (sering) hal ini dapat dilihat dari besarnya rata-rata, titik tengah maupun modus atas tanggapan atau persepsi para alumni atas metode pembelajaran yang digunakan di Universitas Mataram. Sedangkan metode Demonstrasi, Partisipasi dalam proyek riset, dan Magang menurut alumni cukup.

 Rincian persentase masing-masing metode pembelajaran dapat dilihat pada tabel 2.3. berikut.

 

Tabel  2.3.  Metode Pembelajaran di Universitas Mataram

Metode Pembelajaran

 

 

skor penilaian (persen)

[1]

Sangat Besar/

tinggi

[2]

Besar/

tinggi

[3]

Cukup Besar/

tinggi

[4]

Kurang

[5]

Tidak Sama Sekali

 

 

Total

Perkuliahan

30.0

41.8

25.3

2.7

0.2

100.0

Demonstrasi

12.4

26.2

32.6

20.3

8.6

100.0

Partisipasi dalam proyek riset.

19.4

27.8

26.2

19.0

7.7

100.0

Magang

23.7

26.0

21.0

16.3

13.1

100.0

Praktikum

32.5

29.8

20.5

11.3

5.9

100.0

Kerja Lapangan

33.0

27.5

23.7

12.0

3.8

100.0

Diskusi

33.2

38.8

21.4

5.4

1.1

100.0

Rata-rata

26.3

31.1

24.4

12.4

5.8

100.0

Sumber : data primer

Fakta pada tabel 2.3. di atas menunjukkan bahwa responden/alumni menilai metode pembelajaran dengan perkuliahan (ceramah) sebanyak 30 persen menyatakan sangat tinggi, sebanyak 41,8 persen menyatakan tinggi, 2.7 menyatakan kurang dan hanya 0,2 persen menyatakan tidak sama sekali. Tabel yang sama menunjukkan bahwa responden/alumni menilai metode pembelajaran dengan demonstrasi sebanyak 12,4 persen menyatakan sangat tinggi, 26,2 persen menyatakan besar dan 8,6 persen menyatakan tidak sama sekali.

Sumber: Data Primer

Berdasar data di atas, ada beberapa model kuliah yang dipersepsikan sangat tinggi oleh mahasiswa, yaitu perkuliahan atau ceramah, praktikum dan Kerja Lapangan. Sedangkan alumni menganggap tinggi dalam hal partisipasi mereka dalam proyek dosen, magang

Berdasarkan persentase penilaian oleh responden bahwa  Metode pembelajaran Perkuliahan, Praktikum, Kerja lapangan  dan Diskusi merupakan metode pembelajaran yang paling tinggi dilakukan di Unram. Sedangkan persentase yang menyatakan tidak sama sekali yaitu magang (13,1 persen), demonstrasi (8,6 persen).

2.2.4. Sumber Biaya Pendidikan Para Alumni

Pembiayaan Pendidikan adalah menjadi penentu keputusan calon mahasiswa untuk melanjutan Pendidikan ke perguruan tinggi atau tidak. Mengatasi hal tersebut, pemerintah menyiapkan beberapa skim beasiswa untuk mahasiswa, disamping beasiswa Pendidikan yang disiapkan pemerintah beberapa Lembaga swasta melalui CSRnya menyalurkan beasiswa kepada Mahasiswa berprestasi. Beberapa beasiswa yang disediakan pemerintah antara lain, bidik misi dan beasiswa PPA. Besarnya sumber pembiayaan dari beasiswa di tunjukan oleh grafik dan tabel bawah ini.

Keterangan

Frek

Percent

Valid

[1]Biaya Sendiri/ Keluarga

343

77.4

 

[3]Beasiswa BIDIKMISI

73

16.5

 

[4]Beasiswa PPA

16

3.6

 

[6]Beasiswa Perusahaan/ Swasta

2

0.5

 

[7]Lainnya, tuliskan

6

1.4

 

Total

440

99.3

            Total

443

100.0

Grafik 2.1 : Sumber Biaya

Pendidikan

Sumber data : data primer           Tabel 2.4. Sumber Biaya Pendidikan

 

Fakta di atas menunjukkan bahwa sebagian besar sumber biaya pendidik alumni adalah dari keluarga/orang tua yaitu sebesar 77,4 persen atau 343 orang. Sedangkan yang berasal dari beasiswa yang paling banyak adalah dari beaiswa BIDIKMISI sebanyak 16,5 persen, dari PPA 3,6 persen dan dari beasiswa perusahaan swasta 0,5 persen.

2.2.5. Informasi Lowongan Kerja

Salah satu proses yang harus dihadapi oleh alumni adalah fase peralihan dari dunia pendidikan menuju dunia kerja yang mana alumni akan bersaing dengan alumni lainnya untuk mendapatkan pekerjaan. Hal-hal terkait pencarian kerja beberapa di antaranya adalah waktu pencarian kerja dalam mendapatkan pekerjaan pertamanya. Dalam masa tunggu lulusan dalam mencari kerja hingga mendapatkan pekerjaan pertama dibagi ke dalam dua kelompok yaitu periode sebelum dan sesudah lulus.

 

 

 

 

Grafik 2.2:   Sumber Informasi Pekerjaan Para Alumni

Grafik 2.2. tersebut menjelaskan bahwa lulusan Unram sebagian besar mendapatkan informasi lowongan pekerjaan melalui relasi (misalnya dosen, orangtua, saudara, teman, dll.) hingga 23,33 persen selain itu lulusan juga berupaya mendapatkan informasi pekerjaan melalui internet/ iklan online/ milis sebanyak 24,06 persen. Oleh karena itu, ikatan alumni di setiap program studi merupakan aspek penting di dalam memperkuat relasi antar mahasiswa dan alumni khususnya dalam membantu menginformasikan lowongan pekerjaan, sehingga harapannya mahasiswa dengan kontribusi alumni dapat memperoleh pekerjaan dengan lebih cepat dan lebih mudah.

Berikut ini ditampilkan gambaran jumlah perusahaan dalam upaya alumni untuk melamar pekerjaan, di respon, hingga diundang dalam tahapan test wawancara.

 

Tabel 2.5 : Mean, Median dan Modus Jumlah Perusahaan/ Instansi

Statistics

 

Tempat Melamar

Merespon lamaran

Memanggil wawancara

N

Valid

442

442

441

Missing

1

1

2

Mean

3.4457

2.5294

2.3628

Median

2.0000

2.0000

1.0000

Mode

0

0

0

Std.

Deviation

4.53187

4.51456

4.29427

Variance

20.538

20.381

18.441

Grafik 2.3: Mean, Median dan Modus Jumlah Perusahaan/Instansi

Sumber data: data primer

 

Fakta yang didapatkan dari gambar tabel 2.5.di atas menunjukkan bahwa rata-rata jumlah perusahaan/instansi tempat mengajukan lamaran sebanyak 3,45 (dibulatkan jadi 3) perusahaan/ instansi, yang merespon lamaran alumni rata-rata 2,52 (dibulatkan jadi 3) perusahaan/ instansi, sedangkan yang memanggil untuk wawancara sebanyak 2,36 (dibulatkan jadi 2) perusahaan/ instansi. Dari gambaran di atas menunjukkan bahwa lamaran yang diajukan oleh alumni pada perusahaan/ instansi tidak berbanding dengan jumlah perusahaan yang merespon maupun yang melanjutkan ke tingkat wawancara.

Dilihat dari tanggapan perusahaan tercatat bahwa rata-rata sekitar 73,41 persen perusahaan/ instansi yang merespon atas lamaran yang diajukan. Hal ini perlu mendapatkan perhatian apakah lamaran tersebut tidak memenuhi kriteria yang ditetapkan oleh perusahaan, atau terdapat permasalahan lain yang membuat lamaran tidak dapat diproses ke tahap lebih lanjut. Namun dari grafik tersebut, hingga rata-rata 93,41 persen perusahaan /instansi mengundang wawancara apabila lamaran yang diajukan oleh lulusan UNRAM direspon oleh perusahaan.

Dilihat dari jumlah perusahaan tempat melamar pekerjaan, masih sangat terbatas. Hal itu dapat dimaklumi mengingat NTB bukanlah kawasan industri seperti halnya di pulau jawa. Mengingat keterbatasan tersebut, lulusan UNRAM perlu juga diarahkan untuk melamar perusahaan di luar NTB, sementara ini belum terdata seberapa persen alumni UNRAM melamara perusahaan bonafit di luar NTB.

 

2.3. Aktivitas Responden Setelah Lulus.

Pola pikir setelah lulus sepertinya sudah terkognitif pada diri lulusan yaitu untuk fokus mengaplikasikan ilmu yang diperolehnya selama menempuh pendidikan yaitu dengan bekerja. Gambar 2.6 berikut menunjukkan prosentase lulusan yang sudah bekerja, belum/ tidak bekerja para alumni.

 

2.3.1. Waktu Mendapatkan Pekerjaan Pertama

Salah satu proses yang harus dilalui oleh alumni adalah fase peralihan dari dunia pendidikan menuju duia kerja yang mana alumni akan bersaing dengan alumni lainnya untuk mendapakan pekerjaan. Hal-hal  terkait pencarian kerja beberapa diantaranya adalah waktu pencarian kerja dalam mendapatkan pekerjaan pertamanya.

Dalam masa tunggu lulusan dalam mencari kerja hingga mendapatkan pekerjaan pertamanya dibagi menjadi dua kelompok, yaitu pada periode sebelum dan sesudah lulus. Berikut gambaran rata-rata waktu yang dibutuhkan oleh alumni secara umum sebagai berikut:

Tabel 2.6.  Jumlah Mahasiswa yang Mendapat Pekerjaan Pertama Sebelum dan Sesudah Lulus

 

Keterangan

Frek.

Percent

Valid Percent

Cumulative Percent

Valid

.00

1

.2

.2

.2

Sebelum Lulus

108

24.4

24.6

24.6

Sesudah Lulus

331

74.7

75.4

100

Total

433

97.7

100.0

 

Missing  System

10

2.3

   

Total

443

100.0

   

Sumber data : data primer

 

Grafik  2.4: . Jumlah Mahasiswa yang Mendapat Pekerjaan Pertama Sebelum dan Sesudah Lulus

Sumber: Data primer diolah

            Berdasarkan grafik di atas, sekitar 74,7% lulusan Unram mendapatkan pekerjaan pertamanya setelah lulus pendidikan sedangkan sisanya yaitu sebesar 24,40 % mendapatkan pekerjaan sebelum lulus pendidikan dengan rata-rata lama mendapatkan pekerjaan sebelum lulus adalah 1,75 bulan dan 4,42 bulan untuk sesudah lulus. Apabila di lihat dari angka-angka tersebut, lulusan Unram termasuk lulusan dengan masa tunggu yang cukup cepat untuk mendapatkan pekerjaan pertama. Tabel 2.7. berikut menunjukkan jumlah dan masa alumni mendapatkan perkejaan pertama.

 

 

Tabel 2.7. Jumlah dan Frekwensi Alumni Unram yang Mendapat Pekerjaan setelah Lulus

Periode/ waktu (bulan)

 Frequency

Percent

Valid Percent

Cumulative Percent

Valid

1.00

71

16.0

22.3

22.3

2.00

46

10.4

14.4

36.7

3.00

57

12.9

17.9

54.5

4.00

20

4.5

6.3

60.8

5.00

22

5.0

6.9

67.7

6.00

35

7.9

11.0

78.7

7.00

14

3.2

4.4

83.1

8.00

16

3.6

5.0

88.1

9.00

5

1.1

1.6

89.7

10.00

8

1.8

2.5

92.2

11.00

3

.7

.9

93.1

12.00

18

4.1

5.6

98.7

15.00

1

.2

.3

99.1

17.00

1

.2

.3

99.4

18.00

1

.2

.3

99.7

24.00

1

.2

.3

100.0

Total

319

72.0

100.0

 

Missing

System

124

28.0

   

Total

443

100.0

   

Sumber data: data primer

 

            Tabel 2.7. di atas menunjukkan bahwa masa tunggu alumni dalam mendapatkan pekerjaan pertama  yaitu sebanyak 43,64 persen  pada kisaran 1-4 bulan setelah lulus. untuk mengetahui rata-rata, median dan modu masa tunggu lulusan dapat dilihat pada tabel 2.8. berikut.

Tabel 2.8. Jumlah dan Frekwensi Alumni Unram yang Mendapat Pekerjaan setelah Lulus

Keterangan

Sebelum lulus

Sesudah lulus

N

Valid

433

319

Missing

10

124

Mean

1.7529

4.4138

Median

2.0000

3.0000

Mode

2.00

1.00

Std. Deviation

.44242

3.53214

Variance

.196

12.476

Sumber data: data primer.

 

  • Status Kerja Alumni Sekarang

 

Tabel 2.9. Status Kerja pada saat  

                 Penelitian Dilaksanakan

Status Kerja

Jumlah

Persentase

Bekerja

335

75.6

Tidak Bekerja

108

24.4

Jumlah

443

100

 Sumber data : data primer

Grafikl 2.5. Status Kerja pada saat  

                 Penelitian Dilaksanakan

Tabel 2.9. menunjukkan bahwa pada saat penelitian dilaksanakan jumlah alumni yang bekerja sebanyak 335 orang atau sebanyak 75,6 persen, sementara sisanya saat ini tidak bekerja. Adapun tempat mereka bekerja tersebar pada instansi pemerintah/ BUMN, wiraswasta. Untuk mengetahui tempat para alumni bekerja pada tabel 2.10 berikut disajikan jenis perusahaan/instansi tempat alumni bekerja:

 

Tabel 2.10 Jenis Perusahaan/Instansi/Institusi Tempat Alumni Bekerja Sekarang.

Perusahaan/instansi/Institusi

 Frek

Percent

Valid Percent

Cumulative Percent

Valid

1.    Instansi pemerintah (termasuk BUMN)

205

46.3

65.1

65.1

2.    Organisasi non-profit/Lembaga Swadaya Masyarakat

16

3.6

5.1

70.2

3.    Perusahaan swasta

12

2.7

3.8

74.0

4.    Wiraswasta/perusahaan sendiri

53

12.0

16.8

90.8

5.    Lainnya, tuliskan

29

6.5

9.2

100.0

Total

315

71.1

100.0

 

Missing  System

128

28.9

   

Total

443

100.0

   

Sumber data : data primer

Grafik 2.6 Jenis Perusahaan/Instansi/Institusi Tempat Alumni Bekerja Sekarang

 

          Tabel 2.10 menunjukkan bahwa sebanyak 205 orang lulusan atau sebanyak 46,3  persen lulusan bekerja di instansi pemerintah/termasuk BUMN, bekerja pada perusahaan swasta sebanyak 12 orang atau 2,7 persen, dan yang menggembirakan adalah yang bekerja sebagai wiraswasta/perusahaan sendiri sebanyak sebanyak 12 persen atau 53 orang.

2.3.3. Besanya Gaji yang Diterima

Setiap alumni yang baru menyelesaikan studinya tentunya mereka akan mencari pekerjaan dan dapat menghasilkan pendapatan yang layak dari pekerjaan tersebut. Untuk mendapatkan gambaran dari hasil pekerjaan yan lakukan oleh alumni pada tabel 2.11 berikut disampaikan; rata-rata, median dan modus dari pendapatan utama,  dari lembur dan dari pekerjaan lainya.

Tabel  2.11 Pendapatan  Utama, Lembur dari Pekerjaan Lain perbulan Alumni  Unram tahun 2017

 

Dari Pekerjaan Utama  (f1301)

Dari Lembur dan Tips (f1302)

Dari Pekerjaan Lainnya (f1303)

N

Valid

406

230

209

Missing

37

213

234

Mean

2.397.133,37

746.695,65

779.904,78

Median

2.000.000,00

400.000,00

500.000,00

Mode

2.000.000,00

.00

.00

Std. Deviation

1.705.948,62

1.282.230,39

1.105.074,92

Sum

973.236.150.00

171.740.000,00

163.000.100,00

Sumber : data primer.

          Tabel 2.11 diketahui bahwa median pendapatan dari pekerjaan utama sebesar Rp 2.000.000,- dari pekerjaan lembur sebesar Rp.400.000,- Dan dari pekerjaan lain pendapatan nya sebesar Rp 400.000,- dan dari pekerjaan sampingan Rp 500.000,-  apabila dilihat dari rata-rata pendapatan utama para alumni dapat diambil kesimpulan bahwa rata-rata gaji pokok alumni Unram lebih rendah dari upah minimum kota (UMK) tahun 2020 yaitu sebesar Rp2.184.485

Apabila dilihat dari rerata tips dan lembur yang dapat dilihat pada tabel tersebut, maka bisa disimpulkan bahwa tidak banyak lulusan UNRAM yang mendapatkan penghasilan tips dan lembur bulanan. Rerata lembur lulusan UNRAM sejumlah Rp. 400.000,-. sedangkan rerata pendapatan lulusan UNRAM dari pekerjaan lainnya sejumlah Rp. 500.000,-.

  • Keselarasan Horizontal

Keselarasan Horizontal merupakan keselarasan antara bidang ilmu yang ditekuni dengan bidang pekerjaan yang ditangani. Hasil data  alumni Unram tahun 2017 menunjukkan bahwa bidang pekerjaan yang ditekuni sangat sesuai dengan bidang ilmu yang dikuasai.

Tabel  2.12 : Keselarasan Horizontal (Keerat hubungan antara bidang studi dengan pekerjaan)

Grafik  2.7 : Keselarasan Horizontal (Keerat hubungan antara bidang studi dengan pekerjaan)

Berdasarkan grafik di atas, menurut lulusan tingkat kesesuaian/tingkat keeratan kompetensi ilmu yang diperoleh selama pendidikan dirasa sudah sesuai dengan pekerjaan yang dilakukan yaitu hingga 34,7 persen menyatakan sesuai (sangat erat). Sedangkan yang menyatakan  erat dan cukup erat berkisar sebesar masing-masing 18,9 persen  dan yang menjawab kesesuaian pekerjaan dengan kompetensi ilmu yang merupakan kurang erat dan tidak samasekli 11,9 persen dan 10,44 persen.

 

Tabel  2.13 : Tingkat Pendidikan yang Paling Tepat/Sesuai Untuk Pekerjaan Saat Ini

Grafik 2.8.Tingkat Pendidikan yang Paling Tepat/ Sesuai Untuk Pekerjaan Saat Ini

Dari grafik di atas, didapatkan data bahwa alasan tertinggi bagi lulusan untuk tetap memilih pekerjaan yang tidak sesuai dengan keilmuannya adalah karena mereka masih belum mendapatkan pekerjaan yang lebih sesuai. Sementara alasan kedua terbesar adalah karena mereka merasa pada awal meniti karir ini, mereka harus menerima pekerjaan yang tidak berhubungan dengan pendidikan mereka

Selanjutnya, pada grafik 2.13 dijelaskan bahwa mayoritas lulusan  sebanyak 70,7 persen menganggap bahwa pekerjaan mereka pertama kali pada tingkat yang sama dengan pendidikan mereka. Sehingga dapat disimpulkan bahwa beban pekerjaan mereka telah sesuai dengan pendidikan mereka.

 

 

  • Kompetensi Diraih Lulusan dan Kompetensi Diperlukan di Dunia Kerja/usaha.

 

Kompetensi/kemampuan alumni dapat terbentuk oleh beberapa hal, kompetensi dasar individu dan atau kompetensi yang diperoleh dari bidang ilmu. Kompetensi bidang ilmu diperoleh oleh alumni utamanya saat mereka menjalani perkuliahan. Kompetensi alumni yang diperoleh dari perkuliahan umumnya merupakan pengetahuan terkait bidang ilmu dari program studi tempat alumni menuntut ilmu. Selama menuntut ilmu di UNRAM, alumni juga sangat mungkin memperoleh kemampuan yang sifatnya lebih ke arah soft skill. Kemampuan soft skill umumnya terbentuk dari aktivitas yang dijalani oleh alumni, baik di dalam ataupun di luar Kampus.

Poin-poin penilaian kompetensi alumni yang dijadikan bahan pengukuran antara lain: pengetahuan di bidang ilmu, pengetahuan di luar bidang ilmu, pengetahuan umum, keterampilan internet, keterampilan komputer, berpikir kritis, keterampilan riset, kemampuan belajar, kemampuan berko-munikasi, bekerja di bawah tekanan, manajemen waktu, bekerja secara mandiri, bekerja tim, kemampuan dalam memecahkan masalah, negosiasi, kemampuan analisis, toleransi, kemampuan adaptasi, loyalitas dan integritas, bekerja dengan orang yang berbeda budaya ataupun latar be-lakang, kepemimpinan, tanggung jawab, inisiatif, manajemen proyek/program, menuliskan laporan, merepresentasikan ide, serta kemampuan untuk terus belajar sepanjang hayat.

 

Grafik 2.9. Grafik Kompetensi Lulusan dan Kompetensi yang diperlukan Dunia Kerja/ Usaha

 

Dari data yang dapat ditilik pada gambar 43, kompetensi yang didapat oleh mahasiswa UNRAM masih kurang dibanding dengan kompetensi yang dibutuhkan di dunia kerja atau usaha. Hanya ada satu poin yang kompetensinya mencapai kebutuhan di dunia kerja/usaha yaitu ketrampilan internet dan kepemimpinan. Beberapa hal yang perlu diperbaiki dari kompetensi lulusan adalah tentang kemampuan negosiasi, bekerja dibawah tekanan, manajemen waktu, kepemimpinan, tanggung jawab, inisiatif, pengetahuan di luar disiplin ilmu, Bahasa Inggris, berpikir kritis, kemampuan berkomunikasi.

PENUTUP

Ketiap kegiatan yang dilakukan selalu ada kendala atau permasalahan yang dihadapi dan harus diselesaikan permasalahannya. Selama menjalankan proses Tracer Study 2019, ditemui beberapa kendala dan cara mengatasinya, yang kemudian dirumuskan  rekomendasi perbaikan untuk tahun mendatang

3.1. Kendala dan Masalah dalam Kegiatan Tracer Study

  1. Beberapa data alumni memakai system manual dalam pendataannya, hal ini sangat menyulitkan bagi pihak universitas dalam pelacakan alumni.
  2. Sulitnya mendapatkan database alumni yang paling baru untuk meminimalisir jumlah undelivered karena alumni banyak yang sudah mengganti nomor handphone dan alamat
  3. Belum maksimalnya pihak alumni dalam memberikan informasi terkait dengan pekerjaannya dan kurang memahami isian kuisioner yang dibuat.
  4. Alumni kurang respon dalam pengisian kuisioner dikarenakan sibuk, hanya dibaca dan malas mengisi.

3.2. Cara Mengatasi Permasalahan

  1. Berkoordinasi dengan UPT Pustik Unram dalam melakukan pelacakan secara online
  2. Mengaktifkan penggunaan social media, terutama WA Group masing-masing angkatan.
  3. Perlu peningkatan peran UPT dalam memberikan informasi lowongan kerja melalui media yang ada.
  4. Menyiapkan undian berhadiah berupa flasdisk kepada mereka yang mengisi kuesioner dengan lengkap

3.3. Rekomendasi

  1. Mewajibkan alumni untuk mengisi email alternatif yang masih aktif dan nomor handphone atau akun media sosial baik ketika pembekalan calon wisuda maupun ketika mendaftar wisuda, karena mahasiswa jaman sekarang walaupun sering ganti nomor handphone namun akun sosial media tetap
  2. Program studi agar lebih aktif sebagai ujung tombak dalam menggali informasi tracer study
  3. Merekrut surveyor dari alumni yang berasal dari cohort lulusan yang di-trace sehingga ikatan antar alumni lebih
  4. Menggunakan link alternatif per individu alumni agar alumni tidak perlu lagi login ATSS dengan mengingat NIM ketika menjadi
  5. Perlu peningkatan peran UPT Bimbingan Konseling dan Pembinaan Karir dalam pengembangan karier dan mengadakan bursa kerja
  6. Perlu peningkatan kemampuan bahasa asing disamping menjadi salah satu syarat mengikuti sekolah pascasarjana dan mengingat persaingan diera globalisasi.
  7. Peningkatan kemampuan wirausaha bagi mahasiswa dengan memberikan pelatihan intensif mengenai wirausaha bagi alumni

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *